PEMKAB BELU SERAHKAN 1.544 KARTU KIS JAMKESDA BAGI MASYARAKAT KURANG MAMPU

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Maria Goreti Kiik, SH didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Atambua, Munaqib dan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Belu, Dr. Joice Manek, MPH menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) tahun 2020 kepada dua orang perwakilan masyarakat tidak mampu di Aula Puskesmas Umanen Kecamatan Atambua Barat, Kamis (16/1).

Lebih lanjut, 1.544 JKN/KIS Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) yang diterbitkan pada januari 2020 ini akan diserahkan kepada 17 Kepala UPTD Puskesmas di Kabupaten Belu untuk kemudian didistribusikan ke pasien di wilayahnya masing – masing.

Assisten I Sekda Belu, Maria Goreti Kiik, SH dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada BPJS Kesehatan Atambua karena telah menerbitkan Kartu Indonesia Sehat JAMKESDA bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada BPJS melalui kerja sama dengan Pemkab Belu beberapa waktu lalu dan hari ini telah menerbitkan Kartu Indonesia Sehat yang nanti akan didistribusikan kepada masyarakat, ini merupakan kebutuhan yang harus mereka terima dan tanpa kartu ini sangat sulit,” imbuh As I Sekda Belu.

Lanjutnya, Setiap Pusat Layanan Kesehatan harus memberikan Pelayanan yang tepat untuk pasien JKN/KIS.
“Setiap Pusat Layanan Kesehatan harus memberikan Pelayanan yang tepat untuk pasien JKN/KIS dan memberlakukan Senyum, Sapa, Salam sehingga pasien termotivasi untuk sembuh. Selain itu, perlu diperhatikan juga kartu setiap pasien dan jenis kelasnya, sehingga pelayanannya tepat dan tidak ada biaya tambahan yang dibebankan lagi kepada pasien,” tegas Maria Kiik.

Diakhir sambutannya, As I Sekda Belu menyampaikan agar Kepala UPTD Puskesmas dapat berkoordinasi dengan Disdukcapil terkait pendataan dan penerbitan akta Kelahiran bagi masyarakat.
“Berkaitan dengan Akta Kelahiran, Kepala UPTD Puskesmas masing- masing dapat mendata kelahiran di setiap Puskesmasnya untuk kemudian dikoordinasikan dengan Disdukcapil untuk pembuatan dan penerbitan Akta Kelahiran, karena akta kelahiran sangat penting untuk pengurusan dokumen –dokumen lainnya. Untuk diketahui, Pengurusan akta kelahiran gratis dan tidak dipungut biaya,”tandas Maria G. Kiik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Atambua, Munaqib menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Belu yang telah menyertakan 16.000 warga tidak mampu sebagai Peserta BPJS.
“Terimakasih kepada Pemkab Belu yang sejak tahun 2018 hingga saat ini telah mengikutsertakan sebanyak kurang lebih 16.000 warga tidak mampu sebagai peserta BPJS. Hari ini kami telah menerbitkan 1.544 Kartu BPJS untuk didistribusikan. Sementara 15.000 warga tidak mampu lainnya telah diikutsertakan dalam BPJS sejak tahun 2018 silam. Hingga saat ini, Pemkab Belu telah membiayai kurang lebih 16.000 warga tidak mampu,” Ungkap Munaqib.

Munagib juga menambahkan Katus KIS Jamkesda yang didistribusikan oleh masing –masing Puskesmas yang ada di Belu bisa dimanfaatkan oleh penerima di pusat pelayanan kesehatan. Kalaupun kartu KIS Jamkesda belum sampai kepada penerima, peserta tetap bisa dilayani karena kartunya sudah terdaftar dan sudah diaktifkan oleh BPJS.

Untuk diketahui, Jumlah Penduduk Kabupaten Belu per Januari 2020 mencapai 224.884 jiwa, dan Segmen yang telah menjadi peserta BPJS sebanyak 81,25 % atau 182.000 Jiwa. (prokompim/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *