PEMPROV NTT ANGGARKAN 1,08 TRILIUN RUPIAH UNTUK SEKTOR PENDIDIKAN

Ekonomi Pembangunan Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA,  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di bawah kepemimpinan Victor B. Laiskodat dan Yosef B. Naisoi menunjukkan keseriusannya dalam membangun pendidikan. Keseriusan itu tercermin dari alokasi anggaran 1,08  triliun rupiah pada APBD Provinsi  NTT 2019  untuk  sektor pendidikan.

 “Kami menyadari bahwa prasarana dan sarana masih sangat rendah oleh sebab itu pada APBD tahun 2019, dari 5,4 triliun,  kita menganggarkan 20 % yaitu 1,08 triliun untuk pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Timur ini. Kami tidak segan-segan ke Pusat untuk bertemu Bapak-Bapak  Menteri supaya kita bisa mendapatkan lebih banyak bantuan untuk membangun NTT. Memang sudah banyak bantuan untuk NTT dan terima kasih Pak menteri sudah banyak memberikan Bantuan, dan kami memang membutuhkan bantuan lebih banyak lagi untuk maju,” ungkap Gubernur 2 NTT, Yosef B. Naisoi di Acara Kunjungan Mendikbud RI, di SMAN 1 Atambua, Tenubot, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Rabu (24/4/2019).

Menurut Naisoi, untuk membangun dunia pendidikan, Pemerintah Provinsi NTT menggunakan konsep transformasi pendidikan.

“Kita ingin agar dunia pendidikan di NTT mengalami perubahan. Kendati prosesnya secara perlahan, namun mempunyai nilai dan perencanaan yang matang. Kami mulai dengan pembenahan komponen pendidikan yang pertama adalah tenaga kependidikan dan tenaga pendidik,” katanya      .

Gubernur 2, Naisoi menjelaskan pembenahan konsep pendidikan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kompetensi Didaktik Metodik para guru mulai dari PAUD, SD, SMP sampai dengan SMA/SMK.

“Kita tahu bahwa memang di NTT Didaktik Metodik ini sangat- sangat rendah. Komponen pendidikan dan pendidik itu sangat penting, oleh karena itu kita harus mempersiapkan bimbingan pengajaran atau latihan untuk mempersiapkan anak didik untuk memiliki kompetensi. Saya menyerukan kepada semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, jangan melihat saat sekarang begitu anda berjasa untuk anak-anak, tapi lihatlah dimasa yang akan datang karena masa depan bangsa ini ditangan kalian para pendidik. Bapak Ibu guru jangan berhenti untuk belajar karena belajar adalah seumur hidup didaktik metodiknya,” tandasnya.           

Yosef Naisoi berharap agar siswa-siswi baik SD, SMP dan SMA/SMAK  terus mempersiapkan diri dengan terus belajar demi meraih masa depan.

“Bagi anak – anakku sekalian, dengan seefisien dan seefektif mungkin saya mengharapkan anak-anakku sekalian belajar, jangan hanya waktu ujian baru belajar tapi belajarlah dari sedikit demi sedikit setiap hari agar dapat menghadapi ujian dengan persiapan yang matang dan mantap.saya kira kita harus bangkit untuk sejahtera, bangkit artinya kita tidak boleh terbelenggu di dalam predikat- predikat yang kita rasakan saat ini, tetapi kita harus bangkit dengan menggerakkan semua komponen, mengarahkan semua kemampuan kita untuk Nusa tenggara Timur lebih baik dan juga untuk kejayaan dari negara kita tercinta yaitu negara kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (Pkpsetdabelu/Reynaldo Klau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *