PEMPROV NTT SELENGGARAKAN RAKER KESIAPAN PILKADA SERENTAK 2020

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA – Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. NTT, Johana E. Lisapaly, SH.M.Si, Kapolres Belu, AKBP Cliffry Steiny Lapian, dan Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Ari Dwi Nugroho membuka Rapat Kerja Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Kabupaten Belu di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Rabu (22/1).

Raker yang dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu, Maria G. Kiik, Ketua KPUD Kab. Belu, Mikhael Nahak, Ketua Bawaslu Kab. Belu, Andreas Parera, Kaban Kesbangpol Kab. Belu, Marius F. Loe, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Cristoforus M. Loe Mau, Para Camat, Lurah, Kepala Desa, Perwira TNI dan Polri serta Para Tokoh Masyarakat ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pihak penyelenggara Pilkada 2020 di Kabupaten Belu.

Wabup Belu, J. T. Ose Luan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Raker ini dilakukan sesuai amanat undang –undang nomor 10 tahun 2016 pasal 133 A yang mengharuskan Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam mengembangkan kehidupan demokrasi di daerah.

“Pemerintah melakukan rapat ini karena menurut Undang – undang nomor 10 tahun 2016 pasal 133 A mengharuskan agar Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam mengembangkan kehidupan demokrasi di daerah khususnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih,” tandas J. T. Ose.

Lanjutnya, tingkat partisipasi pemilih pada pemilu di kabupaten Belu terus mengalami peningkatan.

“angka tingkat partisipasi pemilih pada pilpres tahun 2014 sebesar 62,61%, Pemilukada tahun 2015 sebesar 63,55%, Pilgub tahun 2018 sebesar 65,55%, dan Pemilu serentak 2019 sebesar 71,90%, dari data ini menunjukan bahwa partisipasi pemilih di kabupaten Belu meningkat,” jelas Wabup.

Wabup Ose berpendapat tingkat partisipasi pemilih yang meningkat bisa juga disebabkan karena banyaknya jumlah kuota calon yang dipilih.

“angka partisipasi Pemilu 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan pilkada dan pilgub, hal ini mungkin saja dikarenakan sekian banyak calon legislatif yang ingin bertarung bekerja dan bertemu dengan masyarakat agar dapat menduduki kursi di DPR, sedangkan Pileg dan Pilgub jumlah pasangan calon hanya di kisaran dua, tiga dan paling banyak mungkin lima Pasangan calon saja,” ungkap Mantan Sekda Belu itu.

Diakhir sambutannya Wabup Belu menghimbau agar pemerintah dan seluruh stakeholder serta berbagai kelompok masyarakat terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya menggunakan hak suara dalam pilkada langsung 2020 guna meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Belu.

“pentingnya menggunakan hak pilih dalam pemilu sebagai upaya untuk mengurangi angka golput, memastikan keberpihakan program pemerintah diberbagai bidang terutama pendidikan politik bagi masyarakat, mengajak generasi muda untuk terlibat dalam pemilu, serta konsolidasi demokrasi melalui rapat kerja koordinasi pelaksanaan pemilukada tahun 2020 untuk meningkatkan partisipasi pemilih secara maksimal,” imbuh Wabup Ose menutup sambutannya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Johana E. Lisapaly, SH.M.Si menyampaikan bahwa Kegiatan yang di selenggarakan Badan Kesatuan bangsa dan Politik Provinsi NTT ini untuk memastikan kesiapan pihak penyelenggara Pilkada tahun 2020 di masing – masing daerah di wilayah  NTT.

“Raker ini dilakukan untuk memastikan kesiapan Penyelenggara Pilkada khususnya KPU dan Bawaslu serta diharapkan Dukungan dari Pemkab dan stakeholder terkait lainnya sebagai Fasilitator dan motivator untuk memfasilitasi jalannya Pilkada 2020,” ungkap Johana.

Lanjut Johana, Rapat Kerja ini dapat ditindak lanjuti dengan Raker – raker teknis lainnya untuk menyukseskan Pilkada 2020.

“Kami berharap raker hari ini dilanjutkan dengan raker – raker yang lebih teknis lagi dengan merujuk pada kendala – kendala yang dihadapi pada Pilkada, Pileg, dan Pilpres tahun – tahun sebelumnya yang kemudian menjadi acuan sehingga Pilkada Serentak 2020 dapat dilewati dengan sukses,” Tandas Kaban Kesbangpol NTT itu.

Johana Lisapaly juga menyampaikan bahwa data dan informasi yang diperoleh dalam raker kali ini akan ditindak lanjuti dengan koordinasi yang lebih intens lagi.

Ketua KPUD Kab. Belu, Mikhael Nahak menyampaikan kesiapan KPU Kabupaten Belu untuk melaksanakan Pilkada 2020 dengan anggaran yang telah tersedia senilai 18 Milyar rupiah.

“untuk pelaksanaan Pilkada 2020, secara umum telah tersedia anggaran dengan PAD yang telah kami tanda tangani senilai 18 Milyar rupiah. Tahap pertama telah dicairkan senilai 201 Juta rupiah yang telah digunakan hingga periode Desember 2019. Diawal januari ini sudah dilakukan persiapan perekrutan panitia ad hoc yakni PPK, PPS, dan KPPS mulai tanggal 15 januari sampai 14 Februari 2020,” ungkap Mikhael.

Untuk diketahui, pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2020. Adapun Sembilan kabupaten di NTT yang menggelar pilkada pada 2020 adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada di Pulau Flores, Sumba Timur, Sumba Barat di Pulau Sumba, Kabupaten Sabu Raijua, serta Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU) di Pulau Timor. (prokompimSetdaBelu/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *