PEMUDA HARUS MENJADI ANDALAN BANGSA

Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA, Sebagai generasi penerus, pemuda harus menjadi andalan bangsa ini. Pemuda dan Pemudi harus selalu menatap ke depan, pemuda harus berpikir dan mengkaderkan diri menjadi pemimpin bangsa. Spirit bagi para pemuda dan pemudi perbatasan RI-RDTL Kabupaten Belu untuk berupaya dan turut serta bertanggung jawab membangun bangsa dan negara tercinta ini, disampaikan Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan saat membuka kegiatan Seminar Nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua. Kamis (24/10/2019).

Wabup Ose mengatakan,  pemuda memiliki peran penting dalam sejarah Republi Indonesia. Sumpah pemuda yang dicetuskan oleh para pemuda waktu itu, sebagai keputusan untuk menegaskan cita-cita para pemuda bahwa, hanya ada satu yakni “tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia.

“Sumpah yang dibuat oleh pemuda-pemudi waktu itu memiliki kekuatan yang tidak tertandingi. Peran para pemuda waktu itu sungguh luar biasa, yang mana mereka mampu mempersatukan  keberadaan 714 suku sebagai aset bangsa dalam meraih persatuan dan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Para pemuda dan pemudi Indonesia bersungguh-sunggguh untuk memperjuangan kemerdekaan hingga titik darah penghabisan. Selain itu, para pemuda menegaskan adanya rasa persatuan dan toleransi yang kokoh.

“Para pemuda dan pemudi benar-benar menghargai dan menghormati apa yang dimiliki oleh bangsa ini. Sebagai generasi yang hidup dimasa sekarang, tentunya ada banyak cara yang bias dilakukan untuk merealisasikan makna sumpah pemuda,” ujar Wabup Ose Luan.

Lebih jauh Wabup Belu mengetengahkan, generasi muda pada semua zaman dan tempat, memegang peranan yang signifikan. Tak heran apabila kemudian generasi muda menjadi pilar dari kokoh tidaknya sebuah negara. Dinamika yang ada memberikan gambaran bahwa generasi muda memberikan kontribusi yang besar terkait dengan perubahan dan proses pembangunan yang ada.

“Akan tetapi, harus disadari bahwa pada konteks tertentu generasi muda tidak dapat dibiarkan berjalan sendiri, namun membutuhkan stimulasi agar arah geraknya dapat berjalan dengan baik. Sebab, harus diakui bahwa di satu sisi generasi muda memiliki semangat yang menggelora untuk melakukan berbagai aktifitas positif bagi kemajuan bangsa, namun di sisi lain terdapat berbagai godaan yang dapat mengendorkan dan membelokkan tujuan yang telah dirumuskan ke arah yang tidak baik. Oleh karena itu perlu ditingkatkan upaya pemberdayaan generasi muda secara terus menerus dalam kerangka pembangunan daerah maupun nasional,” terangnya

Tantangan yang dihadapi oleh pemuda saat ini adalah banyaknya keburukan generasi muda yang terlihat terutama pada media-media elektronik, padahal sebenarnya lebih banyak potensi dan prestasi yang telah diperoleh oleh para pemuda tetapi tidak  terlihat secara maksimum.

“Adanya berita semacam ini seharusnya dipikirkan bagaimana solusi yang akan diberikan pada para pemuda yang telah terjerumus pada sesuatu yang kurang baik. Bukan sekedar memberi tanggapan tetapi tidak memberikan solusi, sehingga seolah-olah negara kita tidak lagi mempunyai harapan terhadap para pemuda penerus bangsa,” ujarnya

Salah satu pemuda yang memiliki peran besar dalam pergerakan dan perubahan adalah mahasiswa, karena mahasiswa disini dapat memberikan ide-ide yang berkualitas dan cemerlang serta memiliki peran sosial yang dimana segala perbuatannya harus bermanfaat bagi masyarakat dan orang dilingkungan sekitarnya.

“Mahasiswa  merupakan sebuah entitas spirit yang menggunakan intelektualitas dan dialektika yang maha dasyat kekuatannya. Mahasiswa memiliki kekuatan energi penuh dengan sifat kreatif, kritis dan dinamis serta kepekaan yang tinggi pada masalah sosial. Mahasiswa yang merupakan satu satuan karakter, mampu menjadi satu gerakan besar yang bukan saja memperjuangkan suatu tujuan, namun berupaya membuat sejarah baru dalam sebuah pembangunan masa depan suatu bangsa,” tandas Wabup Ose Luan.

Gerakan mahasiswa masih dipercaya oleh masyarakat mampu membawa perubahan. Hal ini dikarenakan pergerakan mahasiswa masih diisi oleh nilai-nilai kaum muda yang identik dengan gerakan moral yang bertumpu pada empati dan simpati terhadap lingkungannya, masyarakatnya dan bangsanya, sehingga menumbuhkan semangat keberpihakan pada rakyat, serta menjadi jembatan bagi dunia akademik dan masyarakat.

“Namun ada sebuah pertanyaan refleksi untuk melihat kembali strategi gerakan mahasiswa selama ini.  Sudah siapkah masyarakat dengan perubahan yang telah dibuat oleh mahasiswa.  Pertanyaan ini untuk menguji kembali strategi gerakan mahasiswa. Sehingga gerakan mahasiswa tetap mengarah pada cita-cita bangsa indonesia, dan secara bertanggung jawab memikul beban terhadap perubahan yang dipelopori olehnya,” tukas Wabup Ose.

Kita semua berhutang budi pada tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus menjaga komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini. Komitmen kebangsaan mereka harus diteladani untuk membangun Indonesia satukan bangsa.

“Perjuangan para pemuda dari berbagai latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang beragam 91 tahun lalu menjadi bagian sejarah republik indonesia. Dalam momentum yang dinamakan sumpah pemuda tersebut, para mampu menunjukkan bahwa sekat dan batasan tersebut tidaklah menjadi penghalang bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita Indonesia,” pungkasnya. (Pkpsetdabelu/Iryanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *