PENYALURAN BLT DD DI DESA RAIFATUS, KENORMALAN BARU BUTUH KESADARAN DARI MASYARAKAT

Covid-19 Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

RAIHAT – New Normal/Kenormalan Baru butuh kesadaran dari masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH saat menyerahkan secara simbolis penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Desa Raifatus, Kecamatan Raihat, Selasa, (9/6).

Pemberlakuan New Normal/kenormalan harus dijalankan secara patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan yakni dengan selalu mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan memakai masker saat beraktivitas serta menjaga imun tubuh agar tetap sehat.

Dikatakan, terkait himbauan dari pemerintah kepada masyarakat untuk tetap berada dirumah saja, bukan berarti masyarakat duduk saja di rumah tetapi harus tetap berkebun untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Dalam situasi saat ini, masyarakat dihimbau untuk tetap berada dirumah, namun ini bukan berarti kita diam diri dirumah saja tetapi kita boleh melakukan aktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terutama ditempat – tempat umum, dan masyarakat harus tetap berkebun. Kalau semua orang diam di rumah, tidak ada yang kerja di kebun, kita mau makan apa,” ujar Bupati Willy.

Bupati Belu juga mengharapkan agar bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah akibat dampak Covid-19 ini dipergunakan sebaik-baiknya.

“Gunakan bantuan ini untuk beli sembako bukan untuk beli sopi atau pakai main judi,” ucapnya.

Kepada Camat dan Kepala Desa, Bupati juga menyampaikan agar jika ada kepala keluarga baru yang belum memiliki dokumen Kartu Keluarga dibantu pengurusannya.

“Kapolsek serta Babinsa agar turut membantu pengawasan penyaluran bansos sehingga tepat sasaran,” tandas Bupati Willy Lay.

Kepada masyarakat, Bupati Belu menghimbau apabila dalam penyaluran bansos ini terdapat nama yang belum masuk atau terdaftar segera berkoordinasi dan melaporkan kepada Kepala Desa, sehingga Kepala Desa bersurat ke Bupati untuk dimasukkan dalam Jaring Pengaman Sosial (JPS) sehingga semua masyarakat yang berhak bisa mendapat bantuan akibat dampak covid-19.

Anggota DPRD Belu, Fransiskus X. Saka yang hadir dalam kesempatan itu juga menyampaikan agar bantuan sosial akibat covid-19 ini dapat diterima oleh semua masyarakat Desa Raifatus yang berhak.

“Kepala desa, data baik-baik penerima. Yang tidak bisa menerima bantuan ini adalah PNS, TNI, Polri, pensiunan, veteran, perangkat desa, Tenaga Kontrak itu tidak boleh terima,” tandasnya.

Frans Saka juga mengharapkan agar bantuan BLT Dana Desa ini digunakan sebaik-baiknya dengan membeli keperluan sembako.

“Jangan setelah terima langsung pakai beli sopi atau pakai judi. Jika ada yang menggunakan untuk beli sopi dan pakai main judi, masyarakat foto dan laporkan sehingga orang itu tidak boleh menerima lagi karena dia tidak butuh,” tegasnya.

Kepala Desa Raifatus, Heriberus Bere Koi dalam laporannya mengutarakan jumlah seluruh KK Desa Raifatus sebanyak 233 KK dengan jumlah penduduk 935 jiwa. Untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT DD sebanyak 93 KK, PKH 63 KK, BST 45 KK dan Perluasan Sembako 16 KK.

“Nama KPM yang telah menerima bantuan sosial lainnya telah diganti dengan KPM yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan dan nama-nama penerima BLT Dana Desa dan ini telah kami tuangkan dalam Perkades tentang KPM penerima BLT Desa Raifatus, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini Kasat Pol PP, Aloysius M. Fahik, S.STP, Kadis PMD, Januaria Nona Alo, S.IP, Kadis Pemuda dan Olahraga, Ferdinadus Bone Lau, Kabag Administrasi Pembangunan, Yulita Kali Mau, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Cristoforus M. Loe Mau, SE, Camat Raihat, Arther Rinmalae, Kepala Kantor Bulog Cabang Atambua, Naomi, Kapolsek, Babinsa, Insan pers. (prokompimbelu/ michaello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *