PERINDAH WAJAH KOTA ATAMBUA, PEMPUS SIAP PERLEBAR JALAN ADISUCIPTO

Ekonomi Pembangunan

KOTA ATAMBUA, Pemerintah Pusat dalam waktu dekat akan memperlebar jalan Adi Sucipto (Cabang Sentral – TMP Seroja). Hal itu disampaikan Plt.  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu, Vincent K. Laka. ST saat memberi Sosialisasi Penanganan Jalan Adisucipto kepada warga di Aula Kantor Camat Kota Atambua, Selasa (28/5/2019).  Pelaksanaan Sosialisasi diwarnai diskusi yang berlangsung aman dan tertib. Warga pada umumnya, meminta ganti rugi lahan terkait peningkatan jalan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat.  Turut hadir, Camat Kota Atambua Servasius Boko H. Mau, M.Si, Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Robertus Manek dan Kasie Bina Marga PUPR, Blasius Besi Meta.

Dalam Sosialisasi Pelebaran Jalan Adi Sucipto, Plt. Kadis  PUPR memaparkan,  rencana pelebaran jalan dari Simpang Lampu Merah ke TMP Seroja, dengan rencana penanganan total 2.700 meter.

“Untuk rencana 14 meter dari SP. Sentral ke Cabang PU meliputi ; 1 jalur 2 lajur, badan jalan 11 meter, trotoar kiri dan kanan ditambah saluran drainase masing-masing 1,5 meter, saluran drainase dibawah trotoar dengan  panjang penanganan 1725 meter,” urai Vincent Laka.

Sementara rencana pelebaran 16 meter dari cabang PU ke TMP Seroja  meliputi 2 jalur 4 lajur, badan jalan  kiri dan kanan masing-masing 6 meter, mediam 1 meter, trotoar kiri dan kanan ditambah saluran drainase masing-masing 1,5 meter, saluran drainase dibawah trotoar dengan  panjang penanganan 975 meter, tambah Vincent Laka.

Usai Sosialisasi Plt. Kadis Vincent kepada media bahwa, penanganan pelebaran jalan dari Cabang Simpang Lima ke  TMP Seroja sudah disampaikan Menteri PU PR, Basuki Hadimuljono saat kunjungan Presiden RI ke Bendungan Rotiklot waktu lalu.

“Menteri PU menyampaikan bahwa ruas jalan dari Sentral menuju Bandara Haliwen harus diperbaiki dan dananya sudah ada.  Ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Belu menangani masalah sosial dan pembebasan lahan terkait peningkatan jalan ini. sehingga hari ini kita melakukan sosialisasi dengan warga,” ungkap Vincent Laka.

Dalam sosialisasi, warga yang bermukiman di sepanjang jalan Adi Sucipto menerima program pelebaran jalan dengan syarat ganti rugi lahan dan sertifikasi ulang lahan.

“ Ada beberapa poin, masyarakat setuju dengan kegiatan ini tetapi harus melalui ganti rugi, kemudaian dilakukan sertifikasi ulang terhadap lahan masyarakat yang terkena dampak pelebaran jalan. Hasil konsultasi kita kepada pimpinan nanti, akan kita sampaikan kembali kepada masyarakat dalam pertemuan berikutnya. Paling lama minggu depan,” tandasnya.

Ia pun berharap, pada pertemuan kedua, Dinas Teknis sudah bisa mendapatkan data riil untuk menentukan titik-titik yang akan dikerjakan.

“Semoga program ini bisa berjalan, sehingga salah satu jalan peroritas nasional yang menuju ke akses bandara dan batas negara bisa terlaksana sehingga bisa merubah wajah Kota Atambua sebagai beranda depan NKRI,” ucapnya.

Secara teknis, Vincent menyampaikan, pelebaran bahu jalan tergantung existing jalan. Dinas teknis sudah melakukan survei dan memperoleh data yang menunjukkan bahwa ruas jalan yang akan diperbaiki  tidak simetris.

“Ada ruas jalan yang lebar 5 meter,  ada yang 6 meter, ini yang mau kita simetriskan. Kita akan pasang lagi saluran drainase, kemudian diatas kita pake trotoar. Untuk itu kita butuh luasan antara 1-3 meter. Pelebaran ini, di beberapa tempat tidak kena, karena sudah ada space yang sudah sesuai dengan pelebaran jalan. Ini yang akan kita diskusikan lagi pada pertemuan berikutnya,” pungkas Vincent. (Pkpsetdabelu/Michello/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *