PLH SEKDA BELU TURUN LANGSUNG DISTRIBUSKAN BANTUAN JPS

Covid-19 Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA SELATAN – PLH Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Drs. Marsel Mau Meta turun langsung dalam mendistribusikan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) di Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, Jumat, (26/6).

Kehadiran Sekda Belu yang sekaligus sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk mendistribusikan langsung bantuan JPS yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Belu dan sekaligus memastikan agar bantuan JPS ini tepat sasaran dan tidak ada pendobelan nama/penerima.

Dalam sambutannya, PL Sekda Belu menyampaikan Covid-19 yang menyerang dunia ini membuat kita kocar-kacir. Hampir semua sendi kehidupan baik itu sosial, ekonomi, pemerintahan kocar-kacir dan sekarang Pemerintah Pusat telah mengambil kebijakan yakni kenormalan baru (new normal, red).

“Kalau dulu kita bertemu selalu salaman tetapi sekarang sudah tidak lagi. Kadang kita juga hampir tidak saling kenal karena kita memakai masker,” ucapnya.

Disampaikan juga oleh PLH Sekda Belu yang sekaligus Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah terkait keuangan Kabupaten Belu bahwa awal Covid-19 pemerintah pusat telah memotong 127 miliar untuk membiayai penanganan covid-19 di pusat berdasarkan PMK 35. Kemudian dalam SKB Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, Pemerintah Daerah harus menyiapkan uang untuk bidang kesehatan, Jaring Pengaman Sosial dan Dampak Ekonomi yang sementara diverifikasi laporannya oleh BP4D.

Lebih lanjut terkait bantuan JPS adalah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup dan tidak boleh ada pendobelan penerima karena 1 KK hanya berhak mendapat satu jenis bantuan saja.

“JPS Kabupaten itu mencover semua masyarakat yang terdampak Covid-19 agar menerima bantuan ini. Tidak boleh ada satu orang pun di Kelurahan ini yang terdampak dan memenuhi persyaratan tidak menerima atau lolos dari pendataan. Contohnya hari ini di Manuaman 9 orang, jika besok atau lusa ada yang belum menerima dapat menyampaikan kepada Lurah dan Camat untuk dilaporkan ke BP4D dan nanti pada bulan berikut dapat menerima dengan jumlah yang sama. Terima sekarang atau bulan depan itu jumlahnya sama, intinya satu orang satu bantuan saja,” terang PLH Sekda Belu.

Dijelaskan, untuk bantuan JPS Kabupaten ini setiap KK menerima Rp.1.800.000 untuk 3 bulan dan penyalurannya bekerjasama dengan Bank NTT.

“Hari ini para penerima bisa menarik uang Rp.1.200.000 di Bank NTT terdekat. Sisanya Rp.600.000 itu pencairannya bulan depan,” terang mantan Camat Tasifeto Timur itu.

Terkait relawan Covid-19, PLH Sekda Belu menjelaskan bahwa Bupati sudah memerintahkan kepada para Camat agar setiap kelurahan memiliki relawan Covid-19 dan saat ini sementara diproses SK-nya sehingga honor para relawan dapat dibayar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu.

“Nanti SK sudah jadi, OPD terkait yakni BPBD Kabupaten Belu mengajukan permohonan untuk pencairan honor para relawan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu juga, Kepala BPKAD mewakili pemerintah Belu memohon maaf karena penyaluran bantuan JPS Kabupaten baru disalurkan saat ini.

“Bantuan ini agak terlambat karena kita masih verifikasi sehingga pada saat penyaluran tidak ada pendobelan nama. Sekali lagi bantuan ini kepada yang berhak menerima,” ujarnya.

Camat Atambua Selatan, Silvia C. Do Amaral, S.STP juga melaporkan rincian penerima bantuan sosial akibat dampak Covid-19 di Kecamatan Atambua Selatan yakni untuk Bantuan Sosial Tunai 2.082 KK, Jaring Pemgaman Sosial 925 KK, PKH 413 KK, Rastra 454 KK, Perluasan Sembako 225 KK, JPS Provinsi 375 KK dan KIS 117 Orang.

“Untuk bantuan JPS hari ini Keluarahan Manuaman adalah kelurahan pertama di Kecamatan Atambua Selatan menyalurkan JPS,” terang Camat Silvi.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Manuaman, Selviana Seran, S.IP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu karena lewat dana APBD II bisa memberikan bantuan kepada masyarakat Belu terutama masyarakat Manuaman dalam mengatasi dampak dari Covid-19.

Disampaikan, jumlah penduduk di Keluarahan Manuaman adalah 8.390 jiwa yang tersebar di 6 RW dan 32 RT.

Lurah Selvi juga melaporkan rincian bantuan sosial yang diterima masyarakat Manuaman yakni untuk BST 804 KK, PKH 132 KK, Perluasan Sembako 72 KK, JPS Provinsi 226 KK, Rastra 205 KK dan JPS yang bersumber dari APBD II sebanyak 9 KK.

“Jadi total keseluruhan ada 1.463 KK yang menerima bantuan. Artinya lebih dari setengah KK di Kelurahan Manuaman menerima bantuan dari dampak Covid-19,” terang Lurah Manuaman.

Lurah Manuaman juga menegaskan bahwa bantuan ini tidak ada pendobelan nama karena sudah diverifikasi hanya sumber dananya yang berbeda-beda.

“Kalau BST dari Kementerian Sosial, JPS Provinsi dari APBD I dan JPS Kabupaten dari APBD II. Oleh karena itu saya meminta kita yang hadir disini untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat yang lain agar informasinya benar dan betul agar tidak terjadi kegaduhan dan keriuhan di luar,” pungkas Lurah Selvi Seran. (prokompimbelu/michaello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *