POLRES BELU GELAR APEL KONSOLIDASI OPERASI KETUPAT DAN KESIAPAN PENGAMANAN SIDANG PHPU 2019

Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA, Polres Belu  menggelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Turangga 2019 dan Kesiapan Pengamanan Sidang PHPU (Penetapan Hasil Pemilihan Umum), Kamis (13/6/2019). Apel Konsolidasi dipimpin Wakapolres Belu, Kompol I Ketut Parten. Turut hadir Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan.

Pantauan Media ini, ratusan personel kepolisian bersama anggota TNI berbaris rapi di lokasi, serta terlihat juga anggota Satpol PP Kabupaten Belu.

Sambutan Kapolda NTT, Irjen.Pol Drs. Raja Erizman yang dibacakan Wakapolres Belu menyampaikan bahwa, apel konsolidasi ini merupakan bentuk kegiatan pertanggung jawaban  terhadap pelaksanaan operasi yang telah digelar.

“Apel konsolidasi ini memberikan gambaran tentang pelaksanaan kegiatan Pasca Operasi Ketupat Turangga 2019 yang dilaksanakan selama 13 hari di seluruh Nusa Tenggara Timur sekaligus untuk kesiapan pengamanan sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 14 Juni 2019,” ungkapnya

Ia menjelaskan, Operasi Kepolisian Ketupat Turangga 2019 merupakan operasi yang bersifat terbuka dalam bentuk operasi HARKAMTIBMAS dan melibatkan 3.269 personel gabungan TNI, POLRI, DISHUB dan SATPOL PP serta MITRA KAMTIBMAS lain, diantaranya merupakan personel POLRI yang terdiri 196 personel POLDA NTT,  KMA 825 Polres Personel Satwil Jajaran dan 2.248 Personel Instansi Terkait.

“Pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2019 yang telah digelar berdampak pada penurunan  jumlah kejahatan sebanyak 25,45%, kejahatan konvesional turun 59,24%, kejahatan transnasional turun 100%, kejahatan yang merugikan kekayaan negara turun 100% dan kejahatan berimplikasi Kontinjensi naik 100%. Untuk kejahatan menonjol anirat, curamor, curas dan curat mengalami penurunan,” beber Kapolda.

Terkait dengan trend Kamseltibcarlantas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2019 dapat disampaikan bahwa,  jumlah kecelakaan mengalami penurunan 48,52%, korban meninggal dunia turun 45,45%, korban luka berat tetap (19 orang pada tahun 2018 maupun tahun 2019) dan korban luka ringan turun 66,94%. 

“Sedangkan untuk pelanggaran lalulintas, total jumlah pelanggaran mengalami kenaikan 144% serta untuk tilang mengalami penurunan 49,74%,” tambah Kapolda.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda mengemukakan kejadian-kejadian menonjol yang perlu mendapatkan atensi dan catatan.

“Antara lain,  perkelahian antar kelompok warga masyarakat desa wewit dengan kelompok pemuda Desa Klibang di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur yang mengakibatkan satu (1) orang korban meninggal dunia dan korban luka-luka dan Kasus perkelahian antar kelompok warga masyarakat Desa Manusak dengan warga Eks Pengungsi Tim-Tim di Perumahan Seratus, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang yang mengakibatkan korban meninggal dunia termasuk adanya kerugian material seperti rumah beserta isinya dan satu (1) unit sepeda motor yang dibakar oleh massa,” jelas Kapolda.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2019 dilaksanaan bersamaan dengan Operasi Mantap Brata 2018 dalam rangka Pengamanan Pemilu tahun 2018.

“Pengamanan pada tiap tahapan Pemilu 2019 telah kita laksanakan dengan baik, khususnya pada tahapan pemungutan suara dan penetapan hasil suara secara nasional telah berlangsung dengan aman dan kondusif meskipun terjadi aksi demo di Bawaslu yang mengakibatkan korban jiwa pada tanggal 22 Mei 2019,” katanya.

Pasca penetapan hasil hitung suara akan dilanjutkan dengan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum(PHPU) di Mahkamah Konstitusi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 14 Juni 2019 sampai dengan tanggal 28 Juni 2019 (pembacaan putusan sengketa Pilpres).”Hal ini juga tentunya menjadi perhatian kita bersama untuk melaksanakan pengamanan secara maksimal, sehingga seluruh kegiatan Sidang PHPU berjalan dengan aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.

Kopolda juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan Pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga-2019, yaitu :
1.  Bahwa Operasi Ketupat Turangga-2019 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 H berjalan dengan aman dan kondusif.
2. Gejolak harga Tiket Pesawat Terbang  menyebabkan pengguna Moda Transportasi Udara beralih menggunakan Kapal/ kendaraan pribadi yang berdampak meningkatnya aktivitas peyebrangan arus kendaraan pribadi disepanjang jalur Mudik/Balik.
3. Dari hasil Evaluasi kejahatan yang terjadi  selama Operasi Ketupat Turangga-2019 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Operasi Ketupat  Turangga-2018  dimana penurunan  terjadi dikarenakan waktu Penggelaran Operasi yang berbeda, dimana pada tahun 2018 waktu Operasi selama 16 hari dan pada tahun 2019 menjadi 13 hari dan telah dilaksanakan penggelaran maksimal Personel Pengamananm pada wilayah rawan kejahatan.
4. Pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga-2019 dilaksanaan bersamaan dengan Operasi Mantap Brata-2018 sehingga perlu langkah antisipasi agar tidak terjadi Duplikasi Personel  pada dua jenis Operasi tersebut.
5. Bahwa keberhasilan yang telah diraih dalam Operasi Ketupat Turangga 2019 diharapkan akan dapat ditingkatkan ditahun 2020. Keberhasilan ini merupakan bentuk sinergitas POLRI, TNI dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Turangga 2019, yang telah bekerja keras dan mengerahkan segenap Sumber Daya dalam pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2019.
6. Kepada seluruh personel yang terlibat dalam Pengamanan Idul Fitri 1440 H ini dapat kiranya menyesuaikan dengan kegiatan selanjutnya pada kesatuan masing-masing dan terkait dengan sarana prasarana yang telah digelar dapat dikembalikan kepada kesatuan masing-masing.
7. Kepada 600 Personel Polda NTT BKO Polda Metro Jaya yang ikut melaksanakan Pengamanan Sidang PHPU, kami doakan agar tetap semangat dan menjaga kesehatan serta dapat melaksanakan tugas pengamanan dengan baik, sehingga seluruh kegiatan sidang PHPU dapat berjalan dengan lancar dan terkendali. (Pkpsetdabelu/Reynaldo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *