PRAMUWISATA HARUS MEMILIKI PENGETAHUAN, KEMAMPUAN DAN SIKAP

Pariwisata

ATAMBUA, Seorang Pramuwisata harus memiliki Pengetahuan (Knowledge), Kemampuan (Skill) dan Sikap (Attitude). Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTT, Martinus Klau, S.Pd di Acara Pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Belu dan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Belu, Rabu (10/4/2019).

Martinus Klau menjelaskan, Kabupaten Belu yang letaknya strategis sebagai pintu keluar masuk ke Negara Timor Leste, memberikan dampak yang sangat besar terhadap keberadaan dunia pariwisata. Menurutnya, HPI sebagai ujung tombak pariwisata harus siap untuk melayani wisatawan yang masuk ke Kabupaten Belu.

“Menurut hemat saya, seorang pramuwisata harus memiliki dan menguasai 3 hal sebagai berikut ; PERTAMA : Attitude atau sikap, seorang pramuwisata adalah Duta dari daerah dan bangsa, jadi perlu menunjukkan sikap yang baik, sopan ramah tamah kepada wisatawan yang datang ke daerah ini. KEDUA : Skill atau keahlian, seorang pramuwisata harus mempunyai skill atau keahlian dalam hal ini, dalam penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Selain itu seorang pramuwisata juga harus menguasai informasi yang akan disampaikan kepada wisatawan dan mempunyai skill dalam mengatur perjalanan wisatawan. KETIGA : Knowledge atau pengetahuan, seorang pramuwisata harus mempunyai pengetahuan yang luas tentang budaya, sejarah, sosial ekonomi dan politik. jadi seorang pramuwisata harus banyak membaca, menimba ilmu untuk memperkaya wawasannya,” ujar Klau mengurai.

Sambung Klau, dengan memiliki tiga hal yang di sebutkan di atas, kiranya seorang pramuwisata dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. “Untuk Badan Pengurus DPC HPI Kabupaten Belu yang baru saja terbentuk, tugasnya masih banyak, tanggung jawabnya masih besar, jadi tidak saja sampai hari ini dilantik kemudian diam, tetapi perlu mendata para guide dan calon guide untuk dilatih, dibimbing dan setelah itu kalau memenuhi syarat bisa diberikan lisensi pramuwisata dan kartu anggota. karena apabila tidak memiliki lisensi dan kartu anggota maka seorang pramuwisata masih dianggap ilegal,” katanya.

Senada dengan Wakil Ketua DPD HPI Provinsi NTT, Wakil Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Provinsi NTT, Leonardus Arkian mengatakan, HPI DPC Kabupaten Belu memiliki tugas yang sangat berat dan menantang, Selain ada Bandara dan Pelabuhan Laut, wilayah ini sangat strategis karena menjadi pintu masuk-keluar ke Negara Timor Leste.

“HPI DPC Kabupaten Belu harus siap untuk menangkap peluang ini. Kabupaten Belu sebagai pintu gerbang, harus berbenah diri khususnya Hotel dan Restoran. Kebetulan saya tadi sudah berbicara beberapa saat dengan teman-teman, kami dari PHRI saat ini sedang giat- giatnya mengsertifikasi Hotel dan Restoran. Tujuannya adalah untuk mengstandarkan semuanya, sehingga kalau bapak ibu pergi ke Bali, masuk Hotel di Bali sama dengan Hotel di Jakarta, masuk hotel di Surabaya sama dengan masuk hotel di Kupang, dan masuk hotel di Kupang sama dengan masuk hotel di Belu atau di Atambua,” tandasnya. Ia berharap, agar pengurus yang baru dilantik dapat bekerja sesuai amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 yang terjabar dalam Peraturan Menteri Pariwisata atau PP 52 dan 53 tentang Sertifikasi. “Saat ini, hotel-hotel yang ada di Kabupaten Belu sudah harus berbenah diri. Kita tahu bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini memprioritaskan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan.

Oleh karena itu kami berharap pengurus yang baru dilantik untuk segera berbenah diri dan kami dari DPD PHRI Provinsi NTT akan bekerja sama dengan saudara-saudara yang ada di Atambua. Saat ini kami melihat bahwa semua anak muda disini sangat bersemangat dan kreatif. Kita mohon, setelah dilantik, ada konsolidasi organisasi. Himpun semua hotel dan restoran, termasuk cafe kemudian tempat atau taman-taman wisata, itu semua harus dirangkul untuk bagaimana bersama-sama dengan Pemerintah dan masyarakat bekerja memajukan pariwisata yang ada di Kabupaten Belu,” tutup Arkian. (Pkpsetdabelu/Iryanto Tlonaen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *