PROGRAM AGRO GEMILANG MULAI DIKENALKAN KEMASYARAKAT PERBATASAN RI-RDTL

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

TASIFETO TIMUR,  Program Ayo Galakan Ekspor Generasi Milineal (Agro Gemilang) mulai dikenalkan kepada masyarakat perbatasan RI-RDTL Kabupaten Belu. Program Agro Gemilang yang dikemas dalam kegiatan Sosialisasi Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian di Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan di Aula PLBN Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur,  Kamis (11/4/2019) bertujuan untuk mendorong para petani muda  di wilayah perbatasan RI-RDTL untuk memasuki pasar ekspo atau era revolusi industri 4.0.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Drs. Petrus Bere mengatakan, manfaat ekspor impor internasional ini sangat baik bagi kedua negara.

“Untuk Indonesia tentu merupakan satu momen yang bermartabat, dimana brand komoditi kita  di ekspor ke negara tetangga, Timor Leste. Selain memberikan isyarat ekspansi ekspor komoditi kita ke negara tetangga, juga dapat membuka lapangan kerja dan menambah devisa negara. Sedang Timor Leste, tentu merupakan suatu upaya dalam melestarikan kestabilan harga di Timor Leste,” ungkap Sekda Bere.

            Sekda  menjelaskan, sejak dahulu kawasan ini menjadi jalur keluar masuk barang dan orang dari Indonesia ke Timor Leste maupun sebaliknya. Sering waktu, kawasan yang sebelum biasa-bisasnya saja berubah menjadi luar biasa.

“Di era sekarang  ini musuh kita adalah kemiskinan, akibat masih rendahnya sumber daya manusia di kawasan ini. Baik Indonesia maupun Timor Leste harus terus bertahan dan berperang terhadap kemiskinan. Oleh karena itu pencanangan ayo kerja, kerja dan kerja  oleh Presiden Republik Indonesia siap kita wujudkan untuk melawan kemiskinan,” ujar Sekda Bere.

            Menyinggung kegiatan ekspor dan impor yang dilakukan di PLBN Motaain, Sekda Belu mengetengahkan bahwa momentum tersebut merupakan salah satu upaya memerangi kesulitan. Menurutnya, dengan perang melawan kemiskinan, rakyat kita secara perlahan berangsur dan beranjak dari kesulitan hidup menuju kesejahteraan.

“Kegiatan ekspor  saat ini mau menunjukkan bahwa, negara RDTL juga sudah menjadi salah satu negara tujuan pasar ekspansi kita. Secara geografis, secara geologis, secara budaya, RDTL sangat butuh impor barang – barang dari Indonesia, mengingat Indonesia bagi Timor Leste bukan negara tetangga, tetapi bersaudara. Bagi saudara-saudari kita di Timor Leste kalau menemui kesulitan, jangan lupa minta ke saudaramu Indonesia, karena kita ini bukan sekedar negara tetangga tapi kita negara basudara,” imbuh Sekda. (Pkpsetdabelu/Iryanto Tlonaen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *