RAT KUD CINTA DAMAI, WABUP BELU TEKANKAN KOPERASI HARUS KE ARAH BISNIS

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA, Koperasi dari jaman ke jaman mengalami tantangan yang cukup unik tetapi karena ekonomi kerakyatan yang dibangun dengan cara yang sederhana, terkadang koperasi tidak mengikuti perkembangan. Hal ini menuntut koperasi untuk berubah untuk mulai berpikir ke arah usaha dan bisnis, tidak sekedar berpikir untuk kesejahteraan anggota. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Cinta Damai ke-40 Tahun Buku 2019 di Aula Hotel Klaben Atambua, Jumat, (28/2).

Lebih lanjut, Wabup Ose Luan mengatakan tujuan utama berdirinya koperasi adalah untuk kesejahteraan anggota dan Rapat Anggota Tahunan merupakan forum tertinggi yang membahas tentang rencana dan program kerja koperasi dalam satu tahun.

Disampaikan, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, koperasi di Kabupaten Belu mengalami perkembangan yang lambat karena sulit mengejar ketertinggalan IT.

“Bukan kita tidak maju dan berkembang tetapi perkembangan itu lambat sedangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat berubah setiap saat, ini yang harus kita atasi. Kita tidak mungkin mampu mengejar ketertinggalan IT itu tetapi paling tidak kita berusaha,” jelas Wakil Bupati.

Kepada seluruh anggota koperasi, Wakil Bupati berpesan agar menganut prinsip 3 (tiga) Sehat yakni Sehat Organisasi, Sehat Usaha dan Sehat Mental.

“Sehat organisasi yaitu sehat secara kelembagaannya, Sehat usaha yakni sehat proses usaha untuk bagaimana menghasilkan keuntungan bagi anggota karena koperasi tidak pernah mengiming-iming anggotanya untuk memperoleh keuntungan besar karena koperasi didirikan agar anggotanya sejahtera, sehat mental ini yang susah yakni banyak yang kredit dan macet. Ini hal-hal yang masih melingkupi setiap koperasi yang ada,” ungkap Wabup Belu.

Ketua KUD Cinta Damai, Herman J. Loe Mau menjelaskan KUD Cinta Damai berdiri sejak tahun 1979 dan anggota sampai hari ini berjumlah 60 orang dengan aset 300an juta dengan pinjaman Swamitra sebesar 3 miliar.

“KUD Cinta Damai ini didirikan saat masa jabatan Gubernur NTT, Ben Mboi. Beliau memerintahkan semua kabupaten yang ada di NTT harus membangun Koperasi Unit Desa dan saat itu Bupatinya Drs. Servas Berek (alm) mencari kader yang bias mengerti untuk mendirikan koperasi. Sejak saat itu kami selalu bersama-sama Dinas Koperasi mengembangkan koperasi di Kabupaten Belu,” terang Herman Loe.

Herman Loe Mau juga menyampaikan, melalui RAT ini, pengurus akan menyampaikan segala kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kepada seluruh anggota.

“Pasti ada keberhasilan dan kegagalan. Kami juga mengharapkan agar anggota KUD memberikan masukan dan informasi sehingga KUD Cinta Damai semakin maju,” pungkasnya. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *