RENTAN TERHADAP BERBAGAI PERMASALAHAN, DIBUTUHKAN FIGUR MOTIVATOR

Kesehatan

ATAMBUA,  Remaja merupakan calon penerus bangsa di masa depan. Disisi lain remaja juga rentan terhadap berbagai permasalahan seperti kawin muda, perilakuk seks pra nikah, penyalahgunaan NAPZA dan penularan HIV/AIDS serta penyakit menular lainnya. Laporan Survei Demografi  dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan usia kawin pertama perempuan Indonesia masih dibawah 21 tahun, tidak sesuai yang diharapkan yaitu 21 tahun. Hal itu disampaikan, Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan saat membuka Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2019 di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belu, Rabu (29/05/2019).

Dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, BKKBN mengembangkan Program GenRe. Program GenRe adalah program  yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa  dikalangan generasi muda.

“Dalam program GenRe  mengajarkan  geneasi muda remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan NAPZA guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi bangsa dan negara,” tutur Wabup.

Program GenRe dilakukan melalui dua pendekatan yakni pendekatan kepada remaja itu sendiri melalui pengembangan Pusat Informasi  dan Konseling Remaja (PIK-R) baik jalur pendidikan dan masyarakat serta pendekatan kepada orang tua melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).

“Program GenRe juga disosialisasikan melalui berbagai media, untuk pengembangan PIK-R jalur pendidikan dan masyarakat. Untuk itu diperlukan figure motivator dari kalangan remaja sesuai dengan prinsip dari, oleh dan untuk remaja. Figur motivator dapat disiapkan melalui Duta GenRe dari jalur pendidikan dan masyarakat. Dengan peran Duta Remaja GenRe, sosialisasi program tersebut dilingkungan sekolah dan masyarakat lebih dirasa lebih efektif,” jelasnya.

Dia menambah, dengan adanya sosok duta, dirasa memberi nilai lebih dalam melaksanakan sosialisasi program di masyarakat. Dinamika inilah yang membuat Pemerintah melalui  Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Belu melakukan seleksi Pemilihan Duta GenRe jalur pendidikan dan  jalur masyarakat.

“Kami menilai kegiatan ajang kreatifitas remaja tingkat Kabupaten Belu tahun 2019 pada hari ini tidak hanya sekedar kegiatan seremonial saja, tetapi mempunyai nilai penting  sebagai wujud tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan remaja yang kreatif, inovatif dan berdedikasi tinggi, sehingga jauh dari nilai-nilai negative,” katanya.

Informasi yang dihimpun, Pemilihan Duta Genre diikuti dua kelompok Pelayanan Informasi Konseling (PIK), yakni Jalur Pendidikan diikuti oleh SMAN 1 Atambua, SMAN 1 Tasbar, SMAN 1 Tastim, Universitas Timor Program Studi Keperawatan, SMP Taruna. Sementara PIK Jalur Masyarakat diikuti oleh PIK BSG Nela, PIK St. Arnoldus Yansen, PIK Bejana Umanen dan PIK Wekatimun.

Juara satu pada perlombaan pemilihan Duta GenRe Jalur Pendidikan diraih oleh Adam Alexander Bria dan Leticia Fatima Senanes; Juara dua, Billy Wilsen Senduk dan Natasha Thirza Tita; Juara tiga  oleh Willian A. Fahik dan Imelda M. I. Teku. Untuk Juara Satu Jalur Masyarakat disabet Frederikus Nabu dan Luiza Alexandra J. Abanit; Juara Dua oleh Petrus Aryanto Rambing dan Melania F Gonzalfes dan Juara Tiga oleh Yohanes Richardus Kofi dan Maria Adelisa Manbait. (Pkpsetdabelu/Iryanto/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *