RIBUAN WISMAN-WISNUS “BANJIRI” KONSER MUSIK PERBATASAN ATAMBUA

Ekonomi Pembangunan Pariwisata

ATAMBUA, Ribuan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) ‘Banjiri’ Konser Musik Perbatasan Atambua yang digelar di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, Sabtu (9/3/2019).

Event yang menyedot ribuan penonton ini, menampilkan Band papan atas Indonesia D’Masiv dan Gerson Oliveira asal Timor Leste. Selain itu ada Harmoni Band dan Band Competition hingga parade seni dan budaya tradisional.

Bupati Belu Willybrodus Lay, SH mengungkapkan kebanggaannya kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, atas perwujudan Nafas Nawacita ke 3, membangun dari pinggiran Indonesia.

Bupati Belu Willybrodus Lay, SH

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu, saya ucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Joko Widodo, dengan nawacita ketiganya yaitu membangun dari pinggiran, membangun dari perbatasan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata RI yaitu penyelenggaraan Festival Musik Crossborder di Atambua,” ungkap Bupati Willy.

Pada kesempatan itu, Bupati Lay mengharapkan agar event Konser Musik Perbatasan Atambua terus berlanjut karena berdampak baik bagi sektor pariwisata.

“Kegiatan ini sangat baik bagi pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena mendongkrak perekonomian masyarakat di Belu,” ujarnya.

Bupati Belu juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Belu agar tetap menjaga identitas ke- belu- an yang bermakna sahabat dengan tetap menjaga keamanan serta ketertiban ditengah euforia Festival Musik Crossborder Atambua yang berlangsung.

“Jagalah Kota Atambua ini sebagai Kota kebanggaan kita, tetap menjadi Belu yang artinya sahabat dan terus menjaga kota sahabat ini agar tetap bersahabat dengan siapa saja. Malam ini, keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuh Willy Lay.

Asisten Deputi Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Muhammad Rizky Fauziani

Asisten Deputi Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Muhammad Rizky Fauziani mengatakan bahwa acara Crossborder bukan milik Kemenpar, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Belu.

“Acara ini tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan Pemerintah Daerah dan dukungan Media,” katanya.

Diungkapkan pula, sehari sebelum terselenggaranya kegiatan ini, Festival Musik Crossborder Atambua telah masuk dalam 5 tranding topik se-Indonesia, sehingga Kabupaten Belu makin di kenal dunia.

Pejabat Kantor Penghubung KBRI Oecuse, Marya Onny

Pejabat Kantor Penghubung KBRI Oecuse, Marya Onny mengapresiasi tingginya mobilitas dan interaksi sosial budaya dan ekonomi antara masyarakat Indonesia dan Timor Leste di perbatasan pada tahun 2018. Menurutnya, jumlah wisatawan dari Timor Leste ke Indonesia menduduki urutan ketiga tertinggi setelah rakyat Tiongkok dan Malaysia yaitu mencapai total 1,6 Juta orang.

“Angka ini akan meningkat pada tahun 2019, salah satunya melalui kegiatan festival musik crossboder yang merupakan inisiasi luar biasa dari Kementerian Pariwisata dan seluruh Pemda di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ungkap Marya Onny.

Lanjut Marya, Keluarga Besar Kedutaan RI di Timor Leste mengharapkan Festival Musik Crossborder Atambua senantiasa di pertahankan dan terus dilanjutkan sehingga Indonesia dan Timor Leste tidak hanya saling mengenal melalui Seni dan Budaya, tetapi lebih dari itu adalah bagaimana meningkatkan persaudaraan dan persahabatan antar kedua negara.

“Hal yang paling penting adalah membangun kekuatan utama untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Timor Leste di kawasan perbatasan,” tandasnya. (pkpsetdabelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *