SELAMAT DATANG DI BELU

Ekonomi Pembangunan Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA,  Pemerintah Kabupaten Belu menyambut secara resmi 212 Mahasiswa asal Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang II di Kabupaten Belu. 

Kehadiran ratusan Mahasiswa Undana Kupang,  bersama para Dosen Pendamping dan Ketua Koordinator Wilayah KKN Universitas Nusa Cendana, Dr. Ir. Johanna Suek, M.Si di terima langsung Oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH di Aula Lantai I Kantor Bupati Belu, Selasa (16/7/2019). 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Willy mengutarakan, Belu artinya Sahabat. Belu adalah sebuah wilayah administratif yang berada di wilayah perbatasan RI-RDTL. Menurutnya, wilayah ini sangat jauh dari konflik.

“Para mahasiswa akan berada ditempat ini untuk menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selamat datang di Belu. Tempat dimana, tidak ada konflik disini dan wajah – wajah ini adalah gambaran wajah Nusa Tenggara Timur. Kalian akan berada sampai akhir agustus  di tempat ini untuk melaksanakan KKN,”  ujar Bupati Willy. 

Bupati menjelaskan, mahasiswa merupakan agen – agen perubahan yang diharapkan membawa perubahan baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat dan membangun daerahnya menjadi lebih baik.

“Adik – adik ini adalah agen – agen perubahan. Orang tua sekolahkan kita setinggi-tinggi untuk membuat perubahan dan apa yang kalian sampaikan pasti akan didengar oleh orang tua dan mereka percaya bahwa itu adalah kebenaran. Orang sering mengatakan NTT artinya Nanti Tuhan Tolong. Tuhan tidak akan menolong kita, jika kita tidak berbuat apa – apa, Tuhan akan menolong kita,  jika kita mau bekerja keras dan berdoa,” tandas Willy Lay. 

Willy Lay juga menyampaikan bahwa dirinya terpilih menjadi Bupati Belu atas kehendak Tuhan. 

“Saat saya terjun ke partai politik pertama kali itu, hanya semata – mata untuk membantu, namun dalam perjalanan Tuhan berkehendak lain dan saya pun terpilih menjadi bupati. saya percaya kalian semua yang ada disini pun mempunya satu visi yang besar untuk membangun negeri ini,” ungkap Willy. 

Ia menambah, pengalaman menahkodai daerah ini selama  ± 3,5 tahun bersama masyarakat, membuat ia harus berpikir dan bekerja keras. Menurutnya, jika masyarakat mau bekerja keras tingkat kemiskinan masyarakat di Kabupaten Belu pun perlahan –lahan akan berkurang dan hilang. 

“Saya ingin berbagi sedikit pengalaman, saat Dinas Sosial melakukan pendataan, semua beramai-ramai mengaku miskin untuk mendapatkan bantuan sosial. Ini paradigma yang salah. Kita semua,  khususnya kalian anak – anak muda harus bekerja minimal 8 jam dalam sehari. Para dosen  yang usianya jauh diatas kalian saja masih bisa bekerja diatas 12 jam dalam sehari. Oleh karena itu,  adik – adik yang pergi melaksanakan KKN ke desa harus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bagaimana sama- sama bekerja. Jika kita memiliki waktu kerja yang lebih banyak, maka kita pun akan mendapatkan hasil yang lebih banyak, sehingga kita tidak lagi menerima jaminan sosial yang diperuntukkan untuk orang miskin. Banyak potensi disekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk merubah hidup,” imbuh Willy.

Bupati Lay juga menyampaikan bahwa selain bekerja keras, perlu adanya perencanaan yang matang dan juga dukungan teknologi.

“Saya beberapa kali ke Australia di darwin, yang sama dengan Timor. Disana seorang peternak paling sedikit memiliki 500 ekor sapi. Kita di Timor ini dulu penghasil sapi yang begitu banyak dan bahkan dikirim ke Jawa, namun sekarang tidak ada. yang berbeda antara kita dan para peternak di Darwin adalah mereka mempunyai perencanaan yang matang atas apa yang mereka lakukan dan juga didukung dengan teknologi, dan mereka beternak untuk bisnis sedangkan kita beternak untuk tabungan yang sewaktu – waktu jika membutuhkan uang maka ternak pun dijual. Kita tidak memiliki perencanaan yang matang dalam melakukan sesuatu, jika kita benar – benar ingin maju Kita perlu bekerja keras, perlu teknologi, namun yang paling penting adalah suatu perencanaan yang matang,” tukas Willy Lay.

Bupati Willy juga berpesan agar para mahasiswa sebagai agen perubahan ikut mendukung program pemerintah,  baik Pemerintah Provinsi maupun kabupaten untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik lagi.

“Para mahasiswa juga harus memulai  gerakan seribu (geser) dengan menyisihkan seribu rupiah setiap hari sebagai tabungan masa depan,” tandasnya. 

Koordinator Wilayah Universitas Nusa Cendana Kupang Dr. Ir. Johana Suek, M.Si mengatakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana secara keseluruhan di semua Kabupaten/Kota sebanyak 3008 mahasiswa. Teruntuk Kabupaten Belu sebanyak 212 mahasiswa yang tersebar di 12 desa di Kecamatan Tasifeto Timur dan Kecamatan Lasiolat. Mahasiswa KKN akan melaksanakan  2 program yakni Tematik dengan tema Revolusi Mental dan BKKBN yang terbagi dalam dua tema yaitu penyuluhan khusus bagi keluarga muda dan penyuluhan bagi keluarga lansia.

“Khusus untuk Tematik dilaksanakan di empat Kabupaten yaitu, Kabupaten TTS, TTU, Malaka dan Kabupaten Belu. Jadi Program Tematik dengan tema revolusi mental akan dititik beratkan pada perilaku hidup bersih dan sehat di 10 desa yakni Desa Baudaok, Dualasi, Dualasi Raiulun, Dafala, Sadi, Tulakadi, Bauho dan Sarabau, dan Program BKKBN akan dilaksanakan penyuluhan khusus bagi keluarga muda dan lansia,” kata Johana.

Lebih lanjut,  Johana menyampaikan bahwa, kurang lebih satu setengah bulan para mahasiswa akan melakukan KKN di Belu. 

“Para Mahasiwa akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu setengah bulan, mulai dari bulan Juli hingga akhir agustus di wilayah Kabupaten Belu, diharapkan para mahasiswa dapat bekerjasama dengan masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya dari kehadiran para mahasiswa dan bagi  Kepala Desa agar dapat melibatkan semua mahasiswa dalam melakukan kegiatan di desanya masing–masing,” imbuh Johana. 

Turut hadir pada kesempatan itu, Camat Tasifeto Timur, Camat Lasiolat, Para Kepala Desa, serta Para Dosen Pendamping. (Pkpsetdabelu/Reynaldo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *