SOSIALISASI LAYANAN KETASPENAN DAN TOP UP THT BAGI ASN

Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA – Asisten Administrasi Umum Sekda Belu, Drs. Alfredo P. Amaral didampingi Perwakilan Pimpinan PT. Taspen Kupang, Hermansyah, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang, Jonathan Luther Mboik, dan Kepala BKPSDM Belu, Drs. Antonius Suri membuka kegiatan Sosialisasi Layanan Ketaspenan dan Top Up Tunjangan Hari Tua (THT) dari PT. Taspen dan layanan perbankan dari Bank Mandiri Taspen untuk pimpinan OPD dan ASN yang akan memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu Tahun 2020 yang dilaksanakan di Aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Kamis (27/2).

Asisten III Sekda Belu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada PT. Taspen dan Bank Mandiri Taspen yang mensosialisasikan hal – hal terkait ketaspenan bagi Aparatur Sipil Negara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, kami menyampaikan terima kasih kepada PT. Taspen dan Bank Mandiri Taspen yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait hal –hal ketaspenan bagi ASN di Kabupaten Belu,” ungkapnya.

Lanjut Alfredo, banyak hal terkait ketaspenan yang belum dipahami ASN hingga saat ini.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena banyak dari kami yang belum mengetahui hal –hal terkait ketaspenan, baik pemberkasan maupun inovasi terbaru dari Taspen sendiri,” tandas Alfredo.

Mantan Kadis Sosial itu juga menjelaskan bahwa banyak anggaran yang dikeluarkan oleh para pensiunan untuk mengurus pemberkasan.
“ASN ketika pensiun harus bolak balik Kupang untuk mengurus pemberkasan dan hal ini cukup menguras anggaran, mungkin saja ada yang tabungannya nol rupiah saat aktif dan bergantung sepenuhnya pada dana Taspen, hal ini cukup menyulitkan bagi para pensiunan,” jelasnya.

Asisten III Sekda Belu itu berharap sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dan informasi baru terkait ketaspenan bagi para ASN khususnya yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP).
“Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan informasi sedetail – detailnya terkait taspen, dan para peserta pun wajib bertanya tentang apa saja yang belum dipahami terkait ketaspenan, sehingga usai kegiatan sosialisasi ini kita semua mendapatkan suatu informasi yang baru dan jelas yang dapat diteruskan kepada teman –teman yang lainnya,” tegas Alfredo.

Perwakilan Pimpinan PT. Taspen Kupang, Hermansyah menyampaikan saat ini PT. Taspen mempunyai salah satu Mitra yaitu Mandiri Taspen Atambua untuk melayani pensiunan.
“Khusus untuk yang mau pensiun, PT. Taspen mempunyai mobil pelayanan yang setiap sebulan sekali datang ke Belu, jadi urusan ketaspenan dapat melalui mobil taspen tersebut. Selain itu, PT. Taspen pun mempunyai mitra yaitu Mandiri Taspen yang sudah dibekali sama seperti PT. Taspen sehingga segala urusan ketaspenan bisa diurus disana termasuk urusan pemberkasan maupun konsultasi ketaspenan,” tandas Herman.

Hermansyah juga menegaskan bahwa dalam pengajuan berkas pensiun tidak terdapat pungutan biaya apapun.
“Untuk pengajuan berkas pensiun, tidak dipungut biaya/gratis baik langsung ke PT. Taspen maupun melalui mitra Taspen. Selain itu, jika terdapat pelayanan yang tidak memuaskan oleh mitra Taspen dapat dilaporkan kepada kami untuk melakukan tindakan,” tegasnya.

Perwakilan Pimpinan PT. Taspen Kupang itu juga menjelaskan bahwa terdapat inovasi dari PT. Taspen yaitu Top UP THT dimana ASN diberikan keleluasaan untuk meningkatkan dana Tabungan Hari Tua (THT).
“PT Taspen mempunyai program yaitu Top Up THT yang memungkinkan ASN bisa memperoleh dana pensiun hingga ratusan juta rupiah. Selama ini, dana THT ASN diambil dari pemotongan gaji 3,5 persen setiap bulannya, sehingga saat pensiun hanya memperoleh THT puluhan juta saja. lewat program ini, ASN diberi keleluasaan untuk meningkatkan dana pensiun mereka secara sukarela dengan premi minimal Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta setiap bulannya dan akan dicairkan bersamaan ketika ASN memasuki pensiun,” Jelas Herman.

Untuk diketahui, Sosialisasi yang dilaksanakan selama sehari ini dihadiri oleh kepala kantor cabang Mandiri Taspen Atambua, Pimpinan OPD, Aparatur Sipil Negara aktif maupun ASN yang akan memasuki Batas Usia Pensiun. (prokompimbelu/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *