Workshop Sosialisasi STBM & MKM di Sekolah Tingkat Kabupaten Belu di Hotel Matahari Atambua, Kamis, (4/3)

STBM PARADIGMA BARU SANITASI INDONESIA

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan dan paradigma baru pembangunan sanitasi di Indonesia yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan perubahan prilaku. STBM ditetapkan sebagai kebijakan nasional berdasarkan Permenkes RI Nomor 3 Tahun 2014.

Pendekatan STBM terdiri dari tiga strategi yang harus dilaksanakan secara seimbang dan komprehensif, yaitu peningkatan kebutuhan sanitasi, peningkatan penyediaan akses sanitasi dan peningkatan lingkungan yang kondusif.

Robinson M. Koy, SE, MSA, MH dalam laporan panitia Workshop Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Sekolah Tingkat Kabupaten Belu yang dilaksanakan di Hotel Matahari Atambua, Rabu, (4/2) menyampaikan penerapan STBM dilakukan melalui 5 pilar yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan; Cuci tangan pakai sabun; Pengelolaan makanan dan minuman yang aman; Pengelolaan sampah rumah tangga dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Workshop Sosialisasi STBM & MKM di Sekolah Tingkat Kabupaten Belu di Hotel Matahari Atambua, Kamis, (4/3)
Workshop Sosialisasi STBM & MKM di Sekolah Tingkat Kabupaten Belu di Hotel Matahari Atambua, Rabu, (4/3)

Diutarakan, tantangan yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan khususnya bidang hygiene dan sanitasi sangat besar.

“Karena tantangan yang begitu besar perlu intervensi dari semua lintas sektor terkait termasuk LMS/NGO pemerhati kesehatan dalam hal ini Yayasan Plan International Indonesia (YPII) dengan mitra kerjanya Yayasan Pijar Timor Indonesia,” ujar Robinson Koy.

Dikatakan Robinson, tujuan dilaksanakan workshop ini adalah untuk Mengidentifikasi dan menganalisa kondisi hygiene dan sanitasi di lingkungan sekolah; Mengidentifikasi dan menganalisa aktor-aktor yang terlibat dalam pelaksanaan 5 pilar STBM di masyarakat serta isu gender inklusi; Meningkatkan perhatian dan komitmen dari para stakeholders untuk pelaksanaan sanitasi di sekolah; Mendorong kemitraan stakeholders dengan pihak sekolah guna menyusun program pelaksanaan sanitasi di sekolah.

“Workshop ini akan dilaksanakan selama 2 hari (4 – 5 Maret) dengan narasumber dari Konsultan PLAN International, Kepala SD Kabupaten Tangerang yang sudah melaksanakan sanitasi sekolah, Pokja AMPL Kabupaten Tangerang, Kepala BP4D Kabupaten Belu dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu dengan peserta dari OPD terkait, 12 Puskesmas, 12 SD, 1 SDLB, 2 SMP dan 3 SD Replikasi,” pungkasnya. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *