TARI LIKURAI AKAN “UNJUK GIGI” DI ISTANA NEGARA

Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, 150 penari likurai yang terdiri dari siswa-siswi SMP hingga SMA siap mempersembahkan tarian terbaiknya untuk Presiden RI Joko Widodo dan para tamu istana pada perayaan Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Likurai, tari kebanggaan warga Belu mendapatkan kehormatan untuk tampil di Istana Negara Jakarta pada acara peringatan kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2019 mendatang. Hal tersebut disampaikan Bupati Belu Willybrodus Lay, SH  dalam acara pelepasan 150 Penari Likurai di pelataran Plaza Pelayanan Publik Timor-Atambua. Selasa (12/8/2019)

Tari ini merupakan sejenis tarian perang yang khas dari daerah Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini biasanya dilakukan oleh beberapa penari pria dengan menggunakan pedang dan penari wanita dengan menggunakan Tihar atau kendang kecil sebagai atribut menarinya. Tarian Likurai ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur, dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, upacara adat, pertunjukan seni dan festival budaya.

Menurut Bupati Willy, penampilan Tari Likurai dalam acara resmi nasional merupakan kehormatan bagi warga Belu. Tarian Likurai yang sebelumnya juga,  tampil pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 di hadapan Mendagri RI Tjahyo Kumolo di Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen.

“Tampilnya Tari Likurai adalah apresiasi tinggi dari pemerintah pusat, dari Presiden, dari kementerian terkait dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menjadi panitia, terhadap kekayaan seni budaya Nusantara,” ungkapnya.

Bupati Willy juga menambahkan bahwa dengan diundangnya kesenian daerah ke istana, para penari yang membawakannya akan mendapatkan pengalaman berharga. Apalagi mayoritas peserta yang tampil adalah anak-anak muda usia SMP dan SMA.

“Tampil di Istana Negara bisa bisa menjadi spirit bagi anak-anak muda untuk berkarya lebih baik dalam mengejar cita-citanya,” papar Willy Lay.

Disampaikan bahwa, dalam sejarah bahwa baru terjadi kali ini, Tari Likurai bisa tampil di Istana negara dalam satu moment yang  penting pada hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Hal ini merupakan kebanggaan. Semoga ini sejarah bagi Kabupaten Belu dan dunia bisa mengetahui tarian Likurai dari Belu. Terima kasih kepada orang tua yang merelakan anaknya dari satu bulan latihan sampai berangkat malam ini. Saya minta para penari tertib dan disiplin, jaga fisik dan berikan penampilan yang terbaik saat perayaan HUT RI ke-74 di Istana Merdeka Jakarta,” ucap Willy Lay.

Dikatakan pula, dengan tampilnya tim kesenian Tari Likurai pada saat HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, adalah merupakan kesempatan besar yang tidak boleh disia-siakan oleh para pegiat dan pelaku seni budaya Belu di NTT.

“Ini kesempatan terbaik bagi kita untuk membuktikan, bahwa seni dan budaya serta kearifan lokal di bumi NTT, khususnya Belu memiliki nilai seni budaya yang sangat tinggi,” ujarnya.

Disisi lain lanjut Bupati Willy, diberikannya kesempatan tim kesenian Belu untuk pentas di Istana Negara, menunjukkan seni dan kebudayaan Belu telah dikenal serta diperhitungkan.

“Saya berharap, kita bisa menunjukkan kebudayaan asli Belu, NTT agar bisa dilihat di kancah Nasional dan Internasional, serta bisa diapresiasi lebih oleh masyarakat secara luas,” tandasnya.

Sementara, Wakil Bupati, J. T Ose Luan mengatakan, persiapan fisik 150 penari Likurai harus dijaga agar bisa tampil maksimal di puncak acara peringatan HUT ke-74 RI tahun 2019 di Istana Merdeka Jakarta.

“Saya sangat percaya bahwa para penari akan tampil optimal karena sudah dilakukan latihan selama sebulan. Jaga fisik dan kesehatan. Kemudian disiplin dan menjaga nama baik Kabupaten Belu. Tunjukan disiplin disana, jaga ketahanan fisik. Dari tepian negeri berikan yang terbaik untuk Indonesia,” pinta Wabup Ose. (Pkpksetdabelu/Robby/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *