TARI SURI KEREQ TAMPIL MALAM INI

Ekonomi Pembangunan Pariwisata Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA, Sendra Tari Suri Kereq akan tampil malam ini, Kamis (29/8/2019) di Panggung Jambore Pariwisata NTT Tahun 2019 di Lapangan Puspenmas Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tari Suri Kereq kembali ditampilkan setelah menjuarai Lomba Seni Budaya Tingkat Kabupaten Belu tahun 1974, dalam Arena Pameran Pembangunan Kabupaten Belu. Sendra tari ini kembali diangkat, agar tidak musnah dari ajang Pentas Seni Budaya Kabupaten Belu, setelah 45 tahun menggebrak Panggung Seni Budaya Kabupaten Belu.

Sebelumnya, Bupati Belu Willybrodus Lay, SH didampangi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Remigius Asa, SH melepas 22 Peserta Jambore Pariwisata 2019 di Aula Lantai I kantor Bupati Belu, Senin (26/8/2019). Bupati Lay mengapresiasi kontingen Kabupaten Belu yang mengikuti Jambore Pariwisata Provinsi NTT yang berlangsung di Kabupaten TTS.

“Melalui Jambore Pariwisata, kita dapat menampilkan Budaya Kabupaten Belu ke daerah Lain. Saya harapkan, peserta dari Belu dapat menampilkan budaya kita dengan baik. Selain ditonton dan dinikmati, juga bisa meraih juara,” ucapnya.

Dikemukakan pula, tari suri kereq perlu di kreasi dengan beberapa jenis tarian seperti antama dan tebe sehingga menambah daya tarik.

“Kita kreasikan sehingga dengan gerak tubuh saja, orang sudah bisa melihat dan tahu apa yang kita maksud, tidak perlu lagi kita menjelaskan tentang formasi dan artinya. Dari Kreasi – kreasi itu mengajarkan kepada kalian bagaimana suatu kreasi itu enak ditonton,” imbuh Bupati Willy.

Selain itu, Bupati Belu juga berpesan kepada para peserta untuk selalu menampilkan sikap yang baik.

“Peserta harus siap saat tampil bernyanyi. Oleh karena itu perlu latihan sikap, sehingga para peserta dapat tampil baik dijambore, karena pasti dinilai. Selamat mengikuti Jambore, kiranya Tuhan selalu melindungi kalian semua, jagalah kesehatan kalian selama 3 hari mengikuti Jambore di Soe,” pinta Bupati Lay.

Kabid Pemasaran dan Promosi Pariwisata Dispar Kabupaten Belu, Drs. Rayner Kolly menjelaskan bahwa, kontingen asal Kabupaten Belu juga akan menampilkan kolaborasi Tarian Tebe Kreasi dan Tarian Modern Alexandra.

“Kolaborasi tarian ini, akan memberi gambaran kepada dunia luar bahwa, masyarakat perbatasan selalu terbuka menerima budaya luar tanpa mengurangi nilai-nilai utama budaya lokal,” ungkapnya.

Keikutsertaan kontingan penari asal Sanggar Manuaman Lakaan Kabupaten Belu dimaksudkan, untuk Meningkatkan semangat, kerjasama yang lebih berkualitas antara Pemerintah, seniman dan budayawan dalam membangun kepariwisataan, serta mengelola nilai budaya daerah yang hidup dan berkembang dalam masyarakat sebagai salah satu aset pariwisata Nusa Tenggara Timur; Meningkatkan mutu/kualitas, kemasan produk pariwisata menuju jaringan pasar lokal nasional maupun intenasional, penciptaan peluang pasar secara lebih luas menjadi sektor andalan yang strategis dalam penerimaan devisa.

Tujuannya adalah untuk Mendorong upaya peningkatan kualitas seni pertunjukan serta tampilannya sebagai produk komoditi export, sehingga mampu mendorong penciptaan produk/karya seni dan budaya yang lebih kreatif dan menciptakan peluang pasar secara lebih luas; Meningkatkan peran seni budaya dalam rangka pembangunan kepariwisataan Nusa Tenggara Timur melalui langkah-langkah pemberdayaan masyarakat berbasis kelayakan seni budaya, sehingga dapat menjadi sektor andalan yang strategis dalam hal penerimaan devisa; dan Mempromosikan potensi budaya Kabupaten Belu untuk memperkuat pariwisata Kabupaten Belu dan pariwisata Nusa Tenggara Timur. (Pkpsetdabelu/Reynaldo Klau).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *