WABUP BELU BERI ARAHAN KEPADA 2.562 PESERTA SELEKSI CPNS

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA – Wakil Bupai Belu, Drs. J. T. Ose Luan didampingi Kepala BKPSDMD Belu, Drs. Antonius Suri memberikan pengarahan kepada 2.562 Peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) di Halaman Kantor Bupati Belu, Jumat (31/1).

Para Peserta CPNSD ini akan melaksanakan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis CAT (Computer Assisted Test) pada tanggal 3 Februari sampai dengan 7 Februari 2020 bertempat di Ruang Laboratorium SMAN 1 Atambua, Jl. Adi Sucipto Tenubot Kel. Manumutin Kec. Kota Atambua.

Wabup Belu dalam arahannya menyampaikan agar para peserta dapat menyiapkan diri secara baik menghadapi ujian seleksi CPNSD yang akan diselenggarakan.

“Ujian sebentar lagi akan dilaksanakan, persiapkan diri adik –adik secara baik karena hasil yang didapat nantinya adalah mutlak dari persiapan adik –adik, bukan dari orang lain. Gunakan waktu malam untuk belajar secara fokus serta berdoa, jangan hanya fokus untuk inbox di FB dan berselfie saja,” Tegas J. T. Ose Luan.

Lanjutnya, Ujian Seleksi CPNS saat ini menggunakan Sistim CAT (Computer Assisted Test) sehingga diharapkan para peserta bisa mengoperasikan Computer.

“Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ini berbasis CAT (Computer Assisted Test) dan hasilnya sudah langsung bisa terpantau dari layar yang ada diluar ruang ujian,  jadi diharapkan adik –adik harus bisa mengoperasikan Computer. Ada yang saat ujian nilainya masil Nol sedangkan waktu sudah berjalan lama, setelah dicek ternyata bingung karena anak panah/cursornya hilang yang jika kita bisa mengoperasikan computer tinggal saja menggerakkan mouse dengan sendirinya anak panah/cursor itu muncul kembali,” ungkap Ose Luan.

J. T. Ose Luan juga menyampaikan bahwa Usai melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dilanjutkan dengan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Siapkan diri secara baik, Usai mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan dinyatakan lulus sesuai dengan regulasi maka akan dilanjutkan dengan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB),” tandas Ose Luan.

Diakhir arahannya Wabup Ose menghimbau kepada para peserta untuk tidak membawa kendaraan saat mengikuti ujian seleksi CPNSD.

“Ujian SKD akan dilaksanakan pada tanggal 3 – 7 Februari 2020 bertempat di SMAN 1 Atambua. Bagi para peserta dihimbau untuk tidak membawa kendaraan sendiri dikarenakan tempat parkir SMAN I yang tidak memadai, ini juga sebagai antisipasi untuk tidak mengganggu arus lalu lintas. Para peserta bisa diantar oleh keluarga ataupun menggunakan ojek serta kendaraan umum lainnya,”imbuh Wabup Belu tersebut.

Adapun hal teknis yang disampaikan oleh Kepala BKPSDMD Belu, Drs. Antonius Suri terkait pelaksanaan ujian seleksi CPNSD yakni :

  1. Peserta dilarang membawa kendaraan bermotor baik roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat) ke lokasi ujian dikarenakan Parkiran kendaraan pada lokasi ujian yang tidak memadai.
  2. Peserta hadir di lokasi ujian paling lambat 1 (satu) jam Sebelum seleksi dimulai;
  3.  Panitia seleksi instansi memberikan PIN registrasi kepada Peserta sebelum dimulai seleksi SKD;
  4. Peserta yang terlambat dari jadwal seleksi tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti seleksi (dianggap gugur);
  5. Peserta wajib mengisi daftar hadir yang telah disiapkan oleh Panitia;
  6. Peserta wajib membawa KTP dan kartu peserta tes untuk ditunjukkan kepada panitia;
  7. Peserta menggunakan pakaian rapi, sopan, dan bersepatu fantofel hitam tertutup dengan ketentuan; Bagi Pria  : Pakaian atas menggunakan kemeja putih lengan panjang, serta menggunakan bawahan celana hitam (bukan berbahan jeans). Bagi Wanita : Pakaian atas menggunakan kemeja putih lengan panjang serta menggunakan bawahan rok hitam (bukan berbahan jeans). Bagi Ibu Hamil : Boleh menggunakan pakaian bebas rapi.
  8. Peserta duduk pada tempat yang ditentukan;
  9. Peserta dilarang membawa buku atau catatan, kalkulator, handphone, camera dalam bentuk apapapun, jam tangan, perhiasan, dan alat tulis (kecuali pensil), Senjata api/senjata tajam;
  10. Peserta dilarang : bertanya/berbicara dengan sesama selama ujian berlangsung, memberikan/menerima sesuatu dari/kepada peserta lain selama ujian, keluar ruang ujian, kecuali seijin panitia, membawa makanan dan minuman atau merokok dalam ruang tes, peserta dilarang menggunakan computer selain untuk aplikasi CAT,
  11. Peserta yang telah selesai ujian dapat meninggalkan tempat ujian secara tertib;
  12. Kelulusan Peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak – pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia.
  13. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta sendiri.

Bagi Formasi medis dihimbau juga untuk membawa Surat Tanda Registrasi (STR) pada saat ujian SKD.

Untuk diketahui, jumlah pelamar pada portal SSCASN sebanyak 2.633 Pelamar, yang lulus verifikasi 2.562 dengan rincian ; Formasi Guru 1.469 Peserta, Formasi Medis 199 Peserta, dan Formasi Teknis 894 Peserta. (ProkompimSetdaBelu/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *