WABUP BELU HADIRI SIDANG MAJELIS KLASIS BELU

Ekonomi Pembangunan Pendidikan & Sosbud Religi

ATAMBUA SELATAN, Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan didampingi Camat Atambua Selatan, Silvia do Amaral menghadiri acara Pembukaan Persidangan Majelis Klasis Belu dalam pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tahun 2020 yang dilaksanakan di Gereja Ebenhaezer Asuulun, Kecamatan Atambua Selatan, Rabu, (12/2). Persidangan Majelis ini diawali dengan Ibadah Pembukaan yang dipimpin Pendeta. Noldiana Lapiweni Fudikoa, S.Th.

Dalam sambutan, Wakil Bupati Belu menyampaikan terima kasih kepada panitia karena telah mengundang pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan Pembukaan Persidangan Majelis Klasis Belu melalui pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tahun 2020.

Dikatakan, hari ini Sidang Klasis telah dibuka dan akan berbicara tentang seluruh perencanaan satu tahunan dan menjadi istimewa karena merupakan sidang perdana setelah berpisah dari Malaka. Dalam sidang ini tentunya akan merancang bersama para Pendeta dalam membicarakan hal-hal yang bersentuhan dengan dunia untuk mendukung yang rohani.
“Tuhan membutuhkan perbuatan, pelayanan dan pengabdian dalam pemerintahan dan di gereja. Oleh karena itu sekali lagi sebagai perwakilan pemerintah saya mengucapkan terima kasih karena telah diundang dalam acara ini,” pungkasnya.

Majelis Klasis Belu, Pendeta Yufliana Anci Wahi Takene, S.Th dalam sambutan juga menyampaikan kegiatan persidangan kali ini merupakan Persidangan Majelis Klasis Perdana periode 2020-2023 setelah kita melaksanakan Sidang Klasis di Jemaat Moria Wemasa dan juga setelah terjadi pemekaran Klasis Belu dan Klasis Malaka.
“Memang bahwa pemekaran klasis ini menjadi pergumulan kita diawal periode yang lalu (2015-2019),” ujar Pendeta Takene.

Diutarakan, dalam Sidang Sinode tahun 2019 di Jemaat Paulus Klasis Kota Kupang, pemekaran klasis ini telah disahkan dalam suatu keputusan.
“Tanggal 19 Januari 2020 kemarin telah terjadi serah terima dan kami menerima tongkat kepemimpinan sebagai majelis klasis dalam klasis yang baru,” terangnya.

Disampaikan juga, Persidangan Majelis Klasis ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun tetapi pada tahun ini ada yang berbeda karena terjadi pergantian anggota Majelis Klasis dan lingkupnya sudah semakin kecil karena Klasis Belu setelah pemekaran hanya ada 10 Jemaat ditambah 6 mata jemaat dan pos pelayanan.
“Peserta persidangan juga akan mengangkat Majelis Klasis antar waktu dan membentuk Badan Pembantu Pelayanan yang kemudian sesuai tugas pokok dan fungsi akan menjalankan tanggungjawab di lingkup klasis,” terangnya.

Pendeta Yuflina Takene juga mengatakan, momen tahun ini juga sedikit berbeda karena sebagai mitra gereja kita bersyukur atas keterlibatan pemerintah ini menunjukkan pemerintah sangat mendukung perjalanan klasis kita.
“Mungkin ini menjadi momen yang baik untuk membangun harapan yang baik dalam tanggungjawab kedepan untuk kehidupan bermasyarakat dan berjemaat dan kami berpikir ini menjadi satu point bagi kita untuk ada dalam dinamika perjalanan kita. Terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati dan juga Camat Atambua Selatan yang sudah hadir. Terima kasih juga kepada Jemaat Ebenhaezer Asuulun yang walaupun persiapan hanya 1 minggu saja tetapi dengan penuh sukacita mau menerima tanggungjawab sebagai tuan dan nyonya rumah dalam kegiatan ini,” pungkasnya.

Ketua Panitia, Merlin Moy Amtiran dalam laporan juga menyampaikan Persidangan Majelis Klasis Belu dilaksanakan selama 2 hari yakni mulai tanggal 12 – 13 Februari 2020 di Jemaat GMIT Ebenhaezer Asuulun dan diikuti oleh 18 peserta.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi mendukung terlaksananya persidangan ini,” ujar Merlin Amtiran. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *