WABUP BELU LANTIK PENJABAT SEKDA

Ekonomi Pembangunan Kesehatan Pariwisata Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud

ATAMBUA – Untuk mengisi kekosongan Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan mengambil sumpah jabatan dan melantik Drs. Marsel Mau Meta menjadi Penjabat Sekretaris Daerah. Pengambilan sumpah dan pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Belu Nomor BKPSDMD.820/182/KEP/VI/2020 tentang Pengangkatan Pejabat PimpinanTinggi Pratama sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu.

Pelantikan ini dilaksanakan di Lantai I Kantor Bupati Belu, Senin, (29/6) dengan saksi rohaniwan Frater Yosef Freinademetz Natael De’e. Saksi ASN Inspektur Inspektorat, R. Th. Jossetyawan Manek, S.Pt dan Kepala BKPSDMD, Drs. Anton Suri.

Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan dalam sambutan mengutarakan proses pelantikan Penjabat Sekda memang sedikit molor tetapi itulah proses birokrasi.

“Hari ini pelantikan. Penjabat melaksanakan tugas Sekda kemudian menyangkut batasan waktu yakni selama 3 bulan. Selamat menjalankan tugas sebagai Penjabat Sekda.,” ujar Wabup Belu.

Terkait proses pelelangan Sekda, Wabup mengharapkan agar BKPSDMD segera memulai prosesnya setelah adanya pelantikan Penjabat Sekda sehingga tidak terjadi kekosongan yang berkepanjangan.

Dikatakan, menjadi seorang aparatur itu harus berdedikasi dan loyalitas terhadap pimpinan karena  itu menjadi penilaian dan disaat memangku jabatan kita harus menjaga diri.

“Jujur itu ada pada orang baik, maka saya sering mengatakan jadilah orang baik saja, jangan jadi orang penting. Orang penting belum tentu jujur tetapi kalau orang baik itu pasti jujur,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Ose Luan menyampaikan jabatan penjabat ataupun Sekda itu jabatan staf yang melaksanakan. Otorisator itu Bupati, Sekretaris dan lain itu organ tubuh. Sebenarnya ini yang penting dalam pelaksanaan tugas yakni menciptakan loyalitas. Disaat otorisator memberikan perintah Penjabat Sekda harus mengkaji dari berbagai aturan dan diberi masukan/pertimbangan dan saat otorisator menyatakan itu harus dilaksanakan, maka harus dilaksanakan. Inilah yang namanya kepemimpinan berstruktur. Ini yang harus diperhatikan,” tandas mantan Camat Malaka Barat ini.

Penjabat Sekda Belu, Drs. Marsel Mau Meta usai pelantikan menghimbau terkait Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bahwa ASN harus bersikap netral.

“Kita harus pastikan bahwa ASN itu netral,” ujar mantan Camat Tasifeto Timur.

Terkait Covid-19 di Kabupaten Belu, Penjabat Sekda Belu sekaligus Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah dan Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas menghimbau agar semua pihak baik itu pemerintah maupun masyarakat harus bahu membahu menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar Belu ini tetap berada pada zona hijau.

“Saat kita tetap pada zona hijau aktivitas masyarakat, aktivitas ekonimi bisa dilakukan sebagaimana mestinya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di masa kenormalan baru/new normal,” pungkas Penjabat Sekda Belu.

Hadir dalam acara pengambilan sumpah dan pelantikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Maria Goreti Kiik dan Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Belu serta insan pers. (prokompimbelu/michaello)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *