WABUP BELU MELAUNCHING INISIASI RUMAH SINGGAH TERNAK SAPI BETINA PRODUKTIF DI SONIS LALORAN

Ekonomi Pembangunan

TASIFETO BARAT, Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan melaunching Inisiasi Rumah Singgah Ternak Sapi Betina Produktif  di Kawasan Peternakan Sonis Laloran, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi NTT. Senin (1/7/2019). Kegiatan ini dilaksanakan dalam mendukung proyek perubahan peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Tiga (Diklat PIM III) Angkatan XXIX Provinsi Nusa Tenggara Timur, atas nama  Ade Wahyuni, S.Pt, MM.

Wabup Ose mengatakan warga Kabupaten Belu khususnya warga Desa Bakutuslama sudah tidak asing dengan ternak sapi. Keberadaan ternak sapi didaerah ini sangat memberikan manfaat yang besar  bagi para peternak.

“Dahulu orang memelihara sapi untuk kepentingan adat, sehingga mengabaikan keuntungan ekonomis. Oleh karena itu kewajiban untuk memelihara hewan terutama ternak sapi, adalah satu kewajiban yang ada dalam satu tataran sosial kemasyarakatan, karena dia punya fungsi untuk bagaimana menanggulangi hal-hal yang terjadi seperti adat istiadat,” katanya.

Wabup menuturkan, kita terus berproses dalam kemajuan yang kita jalani dan perlahan-lahan orang lain melirik potensi kekayaan kita, menjadi satu upaya untuk bagaimana dari yang ada berkembang menjadi yang lebih ekonomis.

“Disinilah persoalan muncul, karena dengan nilai sapi yang tinggi, harga mulai naik, baik untuk konsumsi dipasaran berupa daging maupun untuk antar pulau  dan ekspor keluar negeri,” ujarnya.

Sistim beternak yang masih semi intensif, pagi digembalakan dan sore hari di masukan dalam kandang dapat mempengaruhi  tatalaksana pemeliharaan sapi secara baik dan benar.

“Sistim ini dari masa ke masa dan dalam perkembangannya, penanganan bagaimana pemeliharaan sapi hingga pengembangbiakannya tidak lagi secara alamiah,” ungkapnya.

Penerapan teknologi tepat guna seperti inseminasi buatan harus menjadi pilihan bagi masyarakat dalam upaya mempercepat peningkatan populasi dan produksi ternak sapi di Kabupaten Belu.

“Selain mengandalkan teknologi, kita juga  harus menyediakan pakan ternak. Rumah singgah juga menjadi salah satu solusi untuk mempercepat peningkatan populasi dan produksi ternak sapi. Cara-cara tradisonal sudah harus ditinggalkan,” imbuh Wabup Ose Luan.

Wabup berharap, setelah proyek perubahan ini dilounching, pemanfaatan rumah singgah ternak harus menjadi fokus perhatian dinas teknis, untuk mempercepat peningkatan populasi dan produksi ternak  sehingga mengembalikan kejayaan Kabupaten Belu sebagai gudang ternak di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Inovasi ini harus berkembang dan berlanjut untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.  (Pkpksetdabelu/Reynaldo/Trebor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *