WABUP BELU SERAHKAN 655 SERTIFIKAT TANAH

Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA, Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan menyerahkan 655 Sertifikat tanah kepada masyarakat Desa Fatuketi, Dualaus, Kenebibi dan Desa Jenilu yang dilaksanakan di Kantor Desa Jenilu, kecamatan Kakuluk Mesak, Jumat (15/11). Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah ini merupakan realisasi kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap tahun anggaran 2019.

Wabup Ose dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Kepala Pertanahan Atambua dan seluruh staf yang bekerja secara profesional sehingga dapat menerbitkan sertifikat yang menjadi hak masyarakat.
“Terimakasih karena realisasinya 100% dari target yang sudah ditentukan, ini terjadi karena adanya kerja yang profesional, dan adanya koordinasi yang baik antara Kepala dan seluruh staf. Realisasi 100% dari target itu adalah luar biasa,” ungkap Wabup Ose.

Lanjutnya, Tanah merupakan hal yang sensitif dalam bermasyarakat sehingga ini menjadi perhatian kita bersama.
“ Tanah menjadi sensitif karena hidup, makan, hingga peristirahatan kita yang terakhir selalu berurusan dengan tanah. Terkadang tanah disengketakan antara saudara dan saudara karena masalah luas hingga masalah batas. Ini menjadi perhatian kita bersama terutama yang berada di ujung tombak yaitu camat, dan kepala desa untuk memperhatikan ini,” tandas J. T. Ose.

Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Belu, Goncalo Antonio, SH menyampaikan bahwa hakekat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) itu sendiri yakni semua tanah di Kabupaten Belu dapat terukur seluruhnya.
“ Target PTSL Kabupaten Belu yakni fisik pemetaan sebesar 5000 bidang, dan untuk penerbitan sertifikat sebesar 3500 bidang yang tersebar di 14 Desa/kelurahan dan realisasinya sudah 100%,” ungkap Goncalo Antonio.

Lanjutnya, terdapat juga kendala di lapangan diantaranya tanah bermasalah, tanah suku, dan pemilik tanah tidak berada ditempat.
“Dilapangan kita juga mendapatkan kendala – kendala diantaranya, tanah bermasalah, tanah milik suku, dan pemilik tanah tidak berada di tempat. Untuk itu tanah yang belum diukur termasuk tanah suku dapat dilaporkan untuk dilakukan pengukuran dengan disertakan surat pernyataan dari kepala suku bersama anggota suku, serta adanya bukti historis kepemilikan wilayah,” imbuh Goncalo.

Goncalo juga menyampaikan untuk tahun 2020 Kabupaten Belu mendapat target 4000 bidang tanah, dan sertifikat 2000 bidang.

Untuk diketahui, tahun ini target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Belu dengan fisik pemetaan sebesar 5000 bidang, dan untuk penerbitan sertifikat 3500 bidang yang tersebar di 14 Desa/kelurahan dan untuk realisasinya sudah mencapai 100 %.

Adapun 14 Desa/Kelurahan yakni :

1.Kelurahan Manumutin, target Peta Bidang Tanah 529 Bidang, target sertifikat 400 bidang

2.Desa Naekasa, target Peta Bidang Tanah 250 Bidang, target sertifikat 250 bidang

3.Desa Derokfaturene, target Peta Bidang Tanah 650, target sertifikat 300 bidang

4.Desa Fatuketi target PPT 100 bidang, realisasi sertifikat 100 bidang.

5.Desa Dualaus target PPT 225 bidang, realisasi sertifikat 225 bidang.

6.Desa Kenebibi target PPT 200 bidang, realisasi sertifikat 200 bidang

7.Desa Jenilu target 130 bidang, realisasi sertifikat 130 Bidang.

8.Desa Dafala, target sertifikat 69 bidang

9.Desa Tialai, target Peta Bidang Tanah 395, target sertifikat 350 bidang

10.Desa Fulur, target Peta Bidang Tanah 950, target sertifikat 500 bidang

11.Desa Dirun, target Peta Bidang Tanah 526, target sertifikat 300 bidang

12.Desa Dualasi raiulun, target Peta Bidang Tanah 445, target sertifikat 335 bidang

13.Desa Loonuna, target Peta Bidang Tanah 41, target sertifikat 41 bidang

14.Desa Sisi fatuberal, target Peta Bidang Tanah 550, target sertifikat 300 bidang. (pkpsetdabelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *