WABUP BUKA SOSIALISASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum

ATAMBUA – Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan didampingi Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Prov. NTT, Lydia Kurniawati Christiana, dan Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Prov. NTT, Dr. Drs. J. Lery Rupidara, M.Si membuka kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Aula Hotel Nusantara II Atambua, Kamis (13/2).

Wabup Belu dalam membacakan Sambutan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH. M.Si memberikan Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu bentuk percepatan pembangunan sektor ekonomi.
“Kehadiran kita semua ditempat ini menunjukan komitmen kita bersama untuk berdialog, sharing pengalaman, terutama terkait pengembangan UMKM. tidak dapat dipungkiri bahwa peran umkm sangat strategis bagi peningkatan pdrb, penciptaan lapangan kerja dan percepatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah,” Jelasnya.

Lanjutnya, Pemprov terus mendorong UMKM untuk naik kelas dan terus berkembang dalam menyikapi berbagai permasalahan yang ada.
“Sosialisasi kebijakan pengembangan UMKM pada hari ini menjadi moment penting bagi kita untuk membangun komitmen, saling berkoordinasi, bekerja sama, bersinergi untuk melaksanakan peran kita masing – masing baik regulator, fasilitator ekonomi maupun pelaku ekonomi untuk sama-sama berperan aktif dalam mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi pada era globalisasi saat ini”, Ungkapnya.

Disampaikan bahwa Pemberdayaan UMKM merupakan upaya bersama Pemerintah dan dunia usaha bersama masyarakat sehingga UMKM mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja serta pengentasan kemiskinan.

Disampaikan juga bahwa peran dan kontribusi pelaku usaha mikro kecil dan menengah sangat penting demi terwujudnya NTT bangkit dan masyarakat sejahtera.
“Di era kepemimpinan Gubernur NTT dengan visi NTT bangkit mewujudkan masyarakat sejahtera maka target yang harus kita capai adalah pertumbuhan ekonomi dari 5,19 % menjadi 10,09% dan penurunan penduduk miskin dari 21,30% menjadi 12 % pada tahun 2023. Untuk mewujudkan target ini tentunya peran dan kontribusi pelaku usaha mikro kecil dan menengah menjadi penting,” tandasnya.

Menutup sambutan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Wabup Ose menyampaikan hal – hal yang perlu menjadi perhatian pada kegiatan sosialisasi dalam rangka pengembangan umkm, yakni:

Pertama; pengembangan produk unggulan daerah dapat dilakukan melalui proses perencanaan yang terintegrasi sehingga dapat menghasilkan produk yang berdaya saing dan mampu menciptakan lapangan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi kekhasan daerah masing-masing.

Kedua; keberadaan UMKM di Timor khususnya kabupaten Belu tidak hanya berkembang dari segi jumlah tetapi dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga; dalam menghadapi pasar global, langkah konkrit keberpihakan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan daya saing UMKM dilakukan melalui peningkatan SDM, Akses Pasar, Akses Modal, Kemitraan Usaha, dan Pendampingan.

Keempat; membangun komitmen bersama untuk pemberdayaan UMKM melalui integrasi program tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya mendorong UMKM naik kelas dan penumbuhan wirausaha baru.

Kelima; dalam rangka pengembangan UMKM diperlukan optimalisasi pembiayaan, akses pasar, akses teknologi, penyebaran informasi, pengawasan, pendampingan dan koordinasi kerja sama lintas sektor terkait.

Hadir dalam kegiatan, Kadis Koperasi dan UMKM Kab. Belu, Kepala BUMN/BUMD, serta Pelaku UMKM dan Pengurus Koperasi. (prokompimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *