WUJUDKAN MASYARAKAT CAKAP LITERASI DIGITAL, PEMKAB BELU SELENGGARAKAN SEMINAR LITERASI DIGITAL

Ekonomi Pembangunan Pemerintahan & Hukum Pendidikan & Sosbud Sosial Budaya

ATAMBUA – Demi meningkatkan pemahaman dan pengetahuan literasi digital di Kabupaten Belu, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan Seminar Literasi Digital yang dilaksanakan di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Rabu (4/3). Seminar Literasi Digital bertema Masyarakat Cakap Literasi Digital ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan.

Wabup Belu dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini terus bertumbuh dan jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Berdasarkan survey dari APJII diawal tahun 2019, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2018 telah mencapai 171,17 juta jiwa dari total 256 juta jiwa atau dengan kata lain, penetrasi internet telah mencapai 64 persen, dan ini bukanlah angka yang kecil,” terang mantan Kakansospol Belu.

Lanjutnya, semakin tinggi jumlah pengguna internet tidak sebanding dengan tingkat pemahaman terhadap norma dan aturan penggunaan internet sehingga perlu adanya pembinaan dan sosialisasi.
“Perlu diperhatikan bahwa masyarakat masih belum memahami norma dan aturan yang berlaku di internet yaitu Undang – Undang Nomor 19 tahun 2018 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Oleh karena itu, pembinaan dan sosialisasi terhadap norma dan aturan tersebut perlu digencarkan agar dalam memanfaatkan teknologi, masyarakat tidak menyalahi norma dan aturan yang berlaku,” tegas Ose Luan.

“Dengan menguasai kompetensi digital dapat meningkatkan persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial serta dengan literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif, tidak mudah termakan oleh isu yang provokatif, dan informasi hoaks yang menyesatkan,” tandas Ose Luan.

Wabup Belu juga menyampaikan bahwa membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama.
“Menjadi literat digital berarti memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan positif. Dengan adanya literasi digital, seseorang akan mampu memfilter mana yang baik dan mana yang buruk,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wabup Belu berharap para peserta mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru terkait penggunaan teknologi digital, memahami aturan, norma dan etika pemanfaatan teknologi digital serta secara langsung dapat menggunakan teknologi digital secara benar dan bertanggung jawab.
“Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, Diharapkan seluruh peserta yang hadir bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru terkait penggunaan teknologi digital, memahami aturan, norma dan etika pemanfaatan teknologi digital serta secara langsung dapat menggunakan teknologi digital secara benar dan bertanggung jawab,” imbuh Wabup Ose.

Diakhir acara pembukaan Seminar Literasi Digital, Wakil Bupati Belu menghimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) yang endemik di Kabupaten Belu.
Wabup menjelaskan bahwa fogging yang dilakukan hanya membunuh nyamuk dewasa, oleh karenanya masyarakat perlu melakukan 3M+ (Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, Mendaur ulang barang bekas) serta Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Untuk diketahui, tujuan dilaksanakannya literasi digital yakni untuk mengedukasi masyarakat khususnya pelajar dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi dengan menggunakan teknologi digital dan alat – alat komunikasi atau jaringan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, mengelolah, dan membuat informasi secara cerdas, kreatif dan produktif.

Kegiatan Seminar ini dihadiri, Kepala Seksi Perancangan Literasi Digital, Pemberdayaan Informatika, Rangga Adi Negara, Praktisi dan pemerhati Internet dari Mafindo (masyarakat anti fitnah Indonesia), Giri Lumakto sebagai nara sumber, Para Pimpinan OPD, Para Camat, Para Lurah, Kepala Desa, Babinsa, perwakilan Babinkamtibmas, Mahasiswa, Guru, dan Pelajar serta para Pemuda. (prokompimbelu/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *